“Untuk kawasan Konservasi TNGL, tidak ada tawar menawar, kompensasi kerja sama atau apa pun bentuknya. Tetap harus dikembalikan untuk direstorasi,” jelas Sayed.
Tak ketinggalan, Sayed juga menghimbau kepada LSM atau NGO besar yang punya hubungan bargaining dengan lembaga Founder untuk ikut menyuarakan kerusakan kawasan Konservasi TNGL.
“Tidak hanya setelah akibat, tapi juga sebelum akibat proses kerusakan ikut menyuarakan, mengkampanyekan kepada publik, demi kepentingan kita di Aceh Tamiang. Jangan hanya bisa diam saja,” tegasnya mengakhiri.
Ini Tindakan Tegas yang Luar Biasa
Bupati Aceh Tamiang. Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Menyatakan bahwa; tindakan tegas kolaborasi Tim Satgas PKH Garuda RI dan BBTNGL harus diapresiasi acungan jempol.

Dalam kurun hitungan hari saja, tim kolaborasi ini mampu mengeksekusi dan atau merestorasi ratusan hektar kawasan konservasi TNGL dikembalikan sebagaimana fungsinya.
“Ini kerja luar biasa, saya ucapkan bravo untuk tim Satgas PKH Garuda RI dan BBTNGL. Tak tertinggal LembAHtari dan KJL-AT getol terus menyuarakan serta mereduksi laju kerusakan hutan di Aceh Tamiang lalu mengkampanyekan kepada publik,” jelas Armia.
Sebut Armia, kenapa Kawasan Konservasi TNGL harus dijaga?, jawabnya simpel dan sederhana. Ada beberapa alasan penting di dalamnya.

![Restorasi Kebun Kelapa Sawit Ilegal di Kawasan Konservasi TNGL Sikundur Blok Tenggulun. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Awelatam].](https://mediaaceh.co.id/wp-content/uploads/2025/09/Compress_20250918_133245_5507.jpg)












