Pembabatan terhadap laju kerusakan kawasan yang dilindungi oleh dunia, serta kawasan strategis nasional di bawah naungan Asean Park Haritage dan UNISCO adalah ekologi warisan dunia dan cagar biosfer bagi kehidupan satwa liar dan manusia.
Kulit bumi itu menganga, di grogoti oleh kerakusan dan ketamakan manusia mengumpulkan ‘cuan’ dengan pundi-pundi rupiah dari hasil haram.
Jarak tempuh ke lokasi eksekusi [penumbangan] pohon kelapa Sawit ilegal, kisaran 65 kilometer arah Utara kota Kualasimpang.
Dengan vegetasi, Perkebunan Kelapa Sawit serta Hutan Gegas berbaigroun bentangan gunung Bukit Barisan yang menakjubkan mampu memanjakan mata memandang.
Sesekali tim disuguhkan oleh lintasan air bening Sungai Rengas dengan bebatuan besar, menambah decak kagum kuasa lukisan Allah.
Sejatinya begitu, namun karena pongahnya manusia, bentangan kulit bumi itu porak poranda diberangus dengan dalih “Ini Areal Penggunaan Lain (APL)” 971 hektar kawasan konservasi TNGL itu hancur beralihfungsi di konservasi TNGL Sikundur Blok Tenggulun.
Tak ada lagi nyanyian Orangutan, Wow Wow, Imbo yang bergelantungan di dahan saling bersahutan, seakan mereka berkata, “Tak adalagi rumah kami tempat berpijak”.
Kini sunyi, sepi, menyisakan bentangan alam yang terbuka lebar. Auman raja hutan [Harimau] hanya menyisakan legenda panjang bagian dari sejarah hutan tropis Aceh yang gundul.

![Restorasi Kebun Kelapa Sawit Ilegal di Kawasan Konservasi TNGL Sikundur Blok Tenggulun. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Awelatam].](https://mediaaceh.co.id/wp-content/uploads/2025/09/Compress_20250918_133245_5507.jpg)












