Tak ada Lagi Nyanyian Imbo Bersahutan di TNGL Sikundur, Musnah Karena Keserakahan Manusia

Kamis, 18 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Restorasi Kebun Kelapa Sawit Ilegal di Kawasan Konservasi TNGL Sikundur Blok Tenggulun. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Awelatam].

Restorasi Kebun Kelapa Sawit Ilegal di Kawasan Konservasi TNGL Sikundur Blok Tenggulun. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Awelatam].

Pembabatan terhadap laju kerusakan kawasan yang dilindungi oleh dunia, serta kawasan strategis nasional di bawah naungan Asean Park Haritage dan UNISCO adalah ekologi warisan dunia dan cagar biosfer bagi kehidupan satwa liar dan manusia.

Kulit bumi itu menganga, di grogoti oleh kerakusan dan ketamakan manusia mengumpulkan ‘cuan’ dengan pundi-pundi rupiah dari hasil haram.

BACA JUGA...  Terpidana Tindak Kekerasan Bawa Anak ke Lapas Jalani Hukuman

Jarak tempuh ke lokasi eksekusi [penumbangan] pohon kelapa Sawit ilegal, kisaran 65 kilometer arah Utara kota Kualasimpang.

Dengan vegetasi, Perkebunan Kelapa Sawit serta Hutan Gegas berbaigroun bentangan gunung Bukit Barisan yang menakjubkan mampu memanjakan mata memandang.

Sesekali tim disuguhkan oleh lintasan air bening Sungai Rengas dengan bebatuan besar, menambah decak kagum kuasa lukisan Allah.

BACA JUGA...  KPK Ajak Masyarakat Lombok Berantas Korupsi

Sejatinya begitu, namun karena pongahnya manusia, bentangan kulit bumi itu porak poranda diberangus dengan dalih “Ini Areal Penggunaan Lain (APL)” 971 hektar kawasan konservasi TNGL itu hancur beralihfungsi di konservasi TNGL Sikundur Blok Tenggulun.

Tak ada lagi nyanyian Orangutan, Wow Wow, Imbo yang bergelantungan di dahan saling bersahutan, seakan mereka berkata, “Tak adalagi rumah kami tempat berpijak”.

BACA JUGA...  Lari Dari Kejaran Polisi Satreskrim Polres Sabang Tangkap Buronan Ilegal Loging 

Kini sunyi, sepi, menyisakan bentangan alam yang terbuka lebar. Auman raja hutan [Harimau] hanya menyisakan legenda panjang bagian dari sejarah hutan tropis Aceh yang gundul.

Berita Terkait

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Sempat Buron Hampir Setahun, Terpidana Penelantaran Anak Akhirnya Dieksekusi Kejaksaan
MK Perkuat Perlindungan Hukum Wartawan, Sengketa Pers Wajib Dahulukan Mekanisme UU Pers
Terkait Dugaan Penganiayaan Mantan Kadus Paya Dua, Ini Faktanya
Merasa Dicemarkan di TikTok, Mahasiswi Aceh Barat Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:21 WIB

Sempat Buron Hampir Setahun, Terpidana Penelantaran Anak Akhirnya Dieksekusi Kejaksaan

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Satu Dapur SPPG di Aceh Selatan Dihentikan Permanen

Rabu, 12 Agu 2026 - 22:20 WIB

Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP., MM

PEMERINTAHAN

Tarmizi Hadiri Penetapan Rancangan KUA

Rabu, 12 Agu 2026 - 08:06 WIB

Penulis buku Hukum Erlizar.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PENDIDIKAN

Erlizar Rusli Kupas Hukum

Rabu, 12 Agu 2026 - 07:55 WIB