SAYA BERSUMPAH PASTI ADA DI SINI!

Foto Ilustrasi

Tim investigasi mediaaceh.co.id yang menelusuri jalur tersebut mencatat fakta berikut:

1. Jalan poros Sekerak – Simpang Jernih patah di empat titik.

2. Dua jembatan darurat hanyut.

3. Tanah dasar yang berpasir berubah menjadi lumpur likuifaksi.

4. Gelombang air di sungai mencapai ketinggian 10 meter.

Artinya, untuk masuk ke Sekerak, satu-satunya cara adalah menyusuri arus Sungai Tamiang yang sedang mengamuk.

BACA JUGA...  MUARA YANG TERSUMBAT, HUTAN YANG HILANG

Bagi sebagian orang, itu keputusan mustahil. Namun, Bupati Armia justru memilih jalur itulah.

Dalam investigasi ini, beberapa saksi mata menyampaikan satu kalimat yang sama:

“Kalau tidak Pak Bupati sendiri yang datang, Sekerak mungkin mati tanpa bantuan.”

Boat yang Hampir Terbalik; Rekonstruksi Kejadian.

DARI PENELUSURAN media, narasi ini terjadi pada hari kedua bencana. Tim gabungan [BPBD, relawan, dan Aparat Desa] mendorong boat motor yang mengangkut logistik berat: beras, susu bayi, mie instan, minyak goreng, selimut, dan senter.

BACA JUGA...  Mendagri Tetapkan Juknis Bantuan Perbaikan Rumah Masyarakat

Arus sungai sangat kuat. Beberapa batang log raksasa berputar di permukaan air seperti baling-baling besar.

Ketika boat hendak memasuki tikungan sungai menuju wilayah Sekerak Hulu, gelombang menghantam dari samping kanan. Boat oleng keras. Dua relawan hampir terlempar.