SAYA BERSUMPAH PASTI ADA DI SINI!

Foto Ilustrasi

“Pak Bupati sudah turun! Beliau ke lokasi! Arus deras pun beliau lawan! Boat hampir terbalik, tapi beliau tetap berdiri.”

  • Hari Ketika Air Menulis Ulang Peta Aceh Tamiang.

AIR BAH yang menerjang Aceh Tamiang pada awal Desember 2025 bukan sekadar banjir musiman. Ini adalah salah satu bencana terbesar [selama lima puluh tahun] dalam sejarah kabupaten tersebut sejak banjir dahsyat 2006.

BACA JUGA...  Mengenal Sosok Alaidin Abu Abas, Untuk Aceh Tengah Yang Lebih Baik

Sungai Tamiang, yang selama ini menghidupi ribuan petani dan nelayan darat, berubah menjadi makhluk buas yang merobek garis pinggirannya sendiri.

Data BPBD menunjukkan dalam 36 jam pertama, debit air naik tiga kali lipat. Arus deras mendorong batang-batang log sebesar pintu rumah ke arah pemukiman.

Rumah-rumah kayu di pedalaman Sekerak, Bendahara, Banda Mulia, hingga Karang Baru, terbelah dari pondasinya.

BACA JUGA...  Rapala Kebun Aceh Tamiang Bantu Korban Banjir

Jalan-jalanJalan-jalan desa dinyatakan hilang, bukan rusak.

Banjir kali itu tidak hanya menggenangi Aceh Tamiang, tetapi juga merampas definisi “normal”.

Di tengah kecemasan itu, satu nama mulai beredar di grup-grup warga yang masih tersisa sinyal internet;

“Pak Bupati sudah turun! Beliau ke lokasi! Arus deras pun beliau lawan! Boat hampir terbalik, tapi beliau tetap berdiri.”

Nama itu adalah Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH., Bupati Aceh Tamiang.