Melalui investigasi internal tim media, diperoleh rangkuman jalur komunikasi yang dibuka Bupati;
Menghubungi Kantor Staf Presiden untuk laporan awal.
Menghubungi BNPB pusat untuk permintaan helikopter dan tenda tambahan. Menghubungi Menteri Sosial untuk penyaluran bantuan tahap dua. Menghubungi PUPR untuk pemetaan ulang infrastruktur.
Melalui langkah ini, Aceh Tamiang mendapat perhatian ekstra.
Bantuan logistik tiba lebih cepat dari kasus-kasus banjir sebelumnya.
Seorang pejabat BNPB mengatakan; “Begitu mendengar suara Pak Bupati, kami tahu daerah itu sedang dalam kondisi kritis. Beliau minta bukan hanya darurat, tapi sekalian rencana rehabilitasi dan rekonstruksi.”
Warga dalam Gelap; Bupati Menyusuri di Tengah Malam.
SAAT SEBAGIAN besar pejabat memilih istirahat malam untuk menjaga stamina, Armia melakukan hal yang tidak biasa.
Ia menyusuri kampung yang gelap tanpa listrik. Nama-nama kampung yang ia datangi malam itu antara lain; Tanjung Gelumpang, Ujung Tamiang, Mesjid Sungai Iyu, Paya Meta dan Bukit Tempurung.
Menurut saksi, ia membawa lampu sorot kecil dan berjalan kaki karena akses motor tidak memungkinkan.
Seorang ibu pengungsi memeluk anaknya sambil menangis saat melihat kedatangannya; “Kami kira pemerintah lupa. Ternyata Bupati datang sendiri.”




