SAYA BERSUMPAH PASTI ADA DI SINI!

Foto Ilustrasi

Di saat itulah Bupati Armia berdiri di posisi paling belakang, memegang tali trim untuk menstabilkan boat. Teriakan terdengar.

“Tarik kiri! Tarik kiri!”

“Tahan, Pak! Arus bawah kuat!”

Dalam rekonstruksi penelusuran, boat hampir terbalik tiga kali.

Tetapi keberadaan Armia, yang berpengalaman puluhan tahun dalam operasi lapangan kepolisian, membuat pergerakan tim tetap tenang.

BACA JUGA...  Tersandung Kredit Ubi Kayu, LembAHtari Lapor ke Kejaksaan

Ia berdiri tanpa tiang pegangan. Ia mengatur balans. Ia memberi perintah cepat dan tepat.

Seorang warga Sekerak yang melihat boat itu mendekat mengatakan; “Saya lihat Pak Bupati langsung. Saya sampai menangis. Kami pikir tidak ada yang bisa datang hari itu.

Suara-Suara dari Titik Nol Bencana.

1. Bupati Irjen Pol (Purn) Armia Pahmi.

“Saya harus membagi sembako untuk 12 kecamatan dan 216 desa. Kalau ada keterlambatan, saya minta maaf. Saya memikirkan 340 ribu jiwa Aceh Tamiang.”

2. Tentang distribusi logistik

“Kalau stok sudah kurang, datanglah ke posko atau gudang Dinsos. Bawa perangkat kampung supaya jelas pertanggungjawaban.”

3. Tentang Sekerak

“Saya sendiri yang mengantar logistik via boat. Datok Penghulu langsung menerimanya.”

4. Sumpah yang menggetarkan

“Saya tidak akan pernah meninggalkan rakyat Aceh Tamiang. Saya pasti dan pasti ada di sini!”

Titik Kritis; Mengapa Posko Utama Dipindahkan?.