SAYA BERSUMPAH PASTI ADA DI SINI!

Minggu, 7 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Armia memeriksa stok makanan, memastikan dapur umum berjalan, dan meminta relawan tidak berhenti memasak hingga pagi.

Tidak ada foto. Tidak ada video. Semua itu hanya terekam di mata warga.

Ketika Air Surut, Luka Baru Bermunculan.

AIR MEMANG akhirnya surut. Tetapi di balik lumpur setebal mata kaki, tampak kenyataan pahit:

Ribuan rumah rusak, sekolah kehilangan perlengkapan, ternak hanyut, sawah tertimbun lumpur, alat pertanian rusak dan sumur warga tercemar.

BACA JUGA...  12 Ton Bantuan Warga Aceh Tamiang Melaju ke Lokasi Banjir

Bupati Armia kembali mengumpulkan seluruh OPD dengan satu pernyataan keras:

“Jangan berhenti sampai darurat selesai. Setelah darurat, kita masuk rehabilitasi. Setelah itu rekonstruksi. Kita selesaikan sampai tuntas.”

Investigasi menemukan bahwa Armia memerintahkan pendataan kerusakan dalam waktu 48 jam, padahal di daerah lain biasanya butuh 7–10 hari.

Ia ingin percepatan klaim bantuan dan percepatan pembangunan.

BACA JUGA...  Sepenggal Kisah TMMD di Negeri Berlumpur

Membedah Instruksi Lapangan Bupati; Pendekatan Berbasis Risiko.

PENDEKATAN Armia berbeda dari kebanyakan pemimpin daerah, karena ia menggunakan strategi yang biasa dipakai dalam operasi kepolisian;

1. Risk Assessment Cepat

Ia mengidentifikasi lokasi paling berbahaya dan paling berdampak.

2. Forward Command

Ia tidak ingin memimpin dari belakang, tetapi dari titik terdepan.

3. Relawan Terintegrasi

Semua relawan harus melapor ke posko utama untuk menghindari tumpang tindih.

4. Koordinasi lintas lembaga nasional.

Ia menyatukan laporan dari BPBD, Dinsos, PUPR, TNI-Polri, dan relawan dalam satu matriks per jam. Dengan pendekatan itu, alur bantuan menjadi jauh lebih rapi.

Seorang relawan menyebut; “Kalau tidak ada sistem komando, Tamiang akan kacau. Tapi Pak Bupati menertibkan semuanya.

BACA JUGA...  Membangun Ekonomi Daerah Dengan Koperasi

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB

NASIONAL

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:10 WIB

Foto bersama kedutaan besar Myanmar, Mang Hau Thang didampingi Counsellor Shwe Yi Phyo, First Secretary San Nyunt Aung, dan Chief of Chancery Htet Htet Aung dan KSMI, Ketua Umum Yan Mulia Abidin, dan pengurus lainnya, Tundra Meliala, Moko Pamungkas, Meina Paloh, M. Iksan Tauleka, Dudung Abdul Rachman, Marino. (Dok.KSMI)

OLAHRAGA

Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:05 WIB

NASIONAL

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:30 WIB

Pedagang  berdiri dan depan "lapak", berharap Pemkab peduli terhadap keberadaan Pasar Inpres Tapaktuan, Selasa, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

EKBIS

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:23 WIB