SAYA BERSUMPAH PASTI ADA DI SINI!

Foto Ilustrasi

Sumpah di Tengah Bencana; Kenapa Kalimat Itu Mengguncang?.

DI PUNCAK krisis banjir, Bupati Armia mengucapkan sumpah yang kemudian viral dan dicetak menjadi poster di beberapa posko;

“Saya tidak akan pernah meninggalkan rakyat Aceh Tamiang. Saya pasti dan pasti ada di sini!”

Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya janji moral. Namun bagi warga yang kehilangan rumah, itu adalah pegangan psikologis.

BACA JUGA...  Bupati Aceh Utara, Ayah Wa Terima Bantuan Masa Panik dari Provinsi Aceh

Dalam wawancara dengan beberapa pengungsi, kami mendapat pernyataan;

“Kalimat itu seperti cahaya. Kami tidak merasa sendiri. Itu suara seorang pemimpin, bukan pejabat.”

Saat Banjir Pergi, Kepemimpinan Itu Tetap Tinggal.

BENCANA BUKAN hanya soal air yang menggenang, tetapi tentang siapa yang berdiri ketika yang lain mundur.

Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH., tidak sekadar memimpin dari ruang sejuk, tetapi memimpin dari sungai yang mengamuk, dari kampung gelap tanpa listrik, dari posko penuh tangis anak-anak.

BACA JUGA...  Jama'ah Perwiridan Asrama Kodam I/BB Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh Tengah

Ia tidak hanya menginstruksikan, tetapi menyusuri. Tidak hanya memerintah, tetapi mendengar.

Tidak hanya berbicara, tetapi bersumpah.

Dan sumpah itu terbukti bukan retorika. Ia betul-betul ada di garis depan—di mana air bah paling ganas memukul, di mana warga paling ketakutan, dan di mana harapan paling tipis.