‘Revenge’ Politik Iswanto, Runtuhnya Singgasana Sulaimi

“Seharusnya dalam mengambil keputusan pemberhentian Sekda, perlu mempertimbangkan proses dan prosedur yang benar, serta memastikan bahwa keputusan tersebut tidak melanggar hukum dan peraturan yang berlaku, apakah itu sudah benar yang dilakukan PJ Bupati Iswanto?, kita lihat saja nanti,” pungkas Erlizar.

BANDA ACEH | mediaaceh.co.id –Atmospir’ politik santun di Aceh Besar terbakar, disulut kelompok yang mengatas namakan penguasa pada ‘pusaran ambivalen’ sektoral.

BACA JUGA...  Warga Lhokseumawe dan Aceh Utara Dihimbau Pasang Bendera Merah Putih Selama 1 Bulan

Ada indikasi ‘Abuse of Fower’ dilakukan penguasa Aceh Besar. Karena perbedaan politik pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024 yang baru saja berlalu. Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Sulaimi, M.Si pun dicopot sepihak dari jabatannya.

Kisruh berujung pencopotan Sulaimi itu, ‘preseden’ terhadap Roda Pemerintahan di Aceh Besar, seakan ‘Oligarki’ telah menunggangi Penjabat (PJ) Bupati Muhammad Iswanto.

BACA JUGA...  Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, Limpahkan Berkas Perkara Korupsi Telur Ayam ke Kejari Aceh Besar

Padahal Muhammad Iswanto, jadi ‘Waiting List’ calon dibuang pada pemerintahan Muzakir Manaf [Dikutip dari pernyataan Nyak Dhien], sebab dirinya juga berada di ring satu Bustami Hamzah.

Merunut ‘benang merah’, keduanya satu aliran dalam politik di Pilkada 2024 lalu, sangat ‘paradoks’ yang dilakukan terhadap Sulaimi.

Malah kuat dugaan ‘Revenge’ [Balas Dendam] yang dimainkan Iswanto terkait ‘Like it or not’ [Suka tak suka], berasal dari gerbong lokomotif sama.