Polisi Diminta Amankan Uang Tiket Penonton Persiraja VS PSMS

Selasa, 6 September 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Ahmad Haydar,SH,.M.M berkoordinasi dengan Ketua FPMPA Muhammad Jasdi.

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Ahmad Haydar,SH,.M.M berkoordinasi dengan Ketua FPMPA Muhammad Jasdi.

BANDA ACEH, MEDIAACEH.CO.ID – Tragedi listrik mati menjelang kick off pada laga perdana Persiraja versus PSMS menjadi catatan kelam dalam dunia persepakbolaan Aceh, kata Ketua Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) Muhammad Jasdi yang merupakan salah satu pencinta tim sepakbola kebanggaan Tanah Rencong itu kepada media, lewat siaran persnya,Selasa (6/09/2022).

Lanjutnya, masyarakat Aceh yang telah lama menanti tim kesayangannya berlaga pada liga 2 harus menelan pil pahit, karena hanya berhasil menonton preseden mati lampu di Stadium H. Dimurthala, Senin malam, 5 September 2022.

“Ribuan masyarakat pencinta sepakbola telah rela mengeluarkan uang di tengah ekonomi yang sulit untuk membeli tiket hanya demi menonton tim kebanggaannya Persiraja bertanding di stadium yang selama ini dikenal sebagai andalan tim yang dulu berjuluk lantak laju itu. Maka, kita meminta agar pihak kepolisian untuk mengamankan uang tiket penonton yang telah diberikan, karena pertandingan telah sah dihentikan,”ujar ketua FPMPA itu.

BACA JUGA...  SAPA: Pendidikan Bukan Ladang Bisnis, Polisi Harus Usut Pungutan di MIN 9 Banda Aceh

Pihak kepolisian, kata Jhon Jasdi juga tak bisa menyalahkan massa yang tengah dirundung kecewa, namun harus menjadi pihak yang adil dalam menjaga kepentingan publik pencinta sepak bola di Aceh.

“Sungguh miris, ketika kita disibukkan dengan sensasi permainan sepakbola berbasis syari’ah sebagai bentuk kearifan lokal dan syiar, namun justru fakta yang memilukan kesiapan teknis lainnya malah terabaikan oleh pihak pelaksana yang telah sekian lama diberi waktu untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk laga persiraja versus PSMS tersebut. Ini merupakan preseden memilukan sekaligus memalukan bagi masyarakat Aceh,” ungkapnya.

BACA JUGA...  Polisi Tangkap Kapal Ikan Asing di Perairan Langsa

Sementara, tambahnya, mengenai adanya tragedi lainnya seperti pembakaran jaring gawang dan fasilitas yang disebabkan oleh amukan massa penonton merupakan akibat dari keteledoran panitia yang telah merugikan masyarakat pencinta sepakbola. Seharusnya sepakbola dapat mengangkat marwah daerah, ini justru sebaliknya memalukan daerah hanya karena ketidaksiapan panitia.

“Memang kita lihat secara nominal, uang yang dikeluarkan oleh setiap penonton itu hanya berkisar paling rendah Rp. 50.000,- dan paling tinggi Rp. 200.000,-. “Jumlah perorang yang mengeluarkan tiket, bagi orang kaya memang relatif sangat murah. Tapi bagi masyarakat biasa ini adalah harga yang mesti dikeluarkan untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga. Untuk itu, secara tegas kita minta pihak kepolisian mengamankan uang tiket penonton dan panitia harus melaporkannya secara transparan kepada publik, ini penting,”tegasnya.

BACA JUGA...  Polisi di Aceh Utara Tangkap Pemain Judi Online di Warkop 

Pihaknya juga mengingatkan panitia agar ke depannya lebih siap dalam laga-laga berikutnya agar preseden buruk seperti ini tak terulang kembali.

“Manajemen dan panitia harus benar-benar siap, bukan hanya bicara sensasi penggunaan lejing dalam permainan bola. Tapi bahkan hal-hal teknis juga harus dipersiapkan dengan matang, jika tidak lagi-lagi masyarakat Aceh khususnya pencinta sepakbola tanah rencong akan dirugikan. Dimana letak martabat laskar tanah rencong jika diawal laga saja sudah sedimikian rupa. Kami minta manajemen dan panitia harus mempertanggungjawabkannya kepada masyarakat Aceh. Bek gara-gara panitia hana siap, lampu matee, ban saboh Aceh malee,” imbuhnya.(R).

Berita Terkait

Operasi Sarang Narkoba Sasar Jalur Tapaktuan–Subulussalam
Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut
Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
KPK Usut Korupsi BPN
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku
Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik
Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Operasi Sarang Narkoba Sasar Jalur Tapaktuan–Subulussalam

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

KPK Usut Korupsi BPN

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB