Pilkada 2024 Mendatang Bukan Melahirkan Pemimpin Tetapi Syahwat Kewenangan ‘Idiomatik’

“Siklus Pilkada sepertinya hanya seremonial saja, termasuk calon kandidat Gubernur, Bupati dan Walikota berputar-putar dengan para elite dan politisi yang sama, krisis kepemimpinan, malah lebih ironis lagi tak ada ruang dan jangan coba-coba bagi yang berkeinginan mencalonkan diri yang tidak punya modal ekonomi termasuk tidak ada koneksi dengan partai politik,” Tegasnya.

BANDA ACEH | mediaaceh.co.id – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 masih belum bisa melahirkan karakter jiwa seorang pemimpin, tetapi masih berkutat pada keinginan syahwat kewenangan ‘Idiomatik’.

BACA JUGA...  Habiskan Rp28 Miliar, Paket Pekerjaan Peningkatan Struktur Jalan Kedah -Kongbur Keluar Bestek, APH apa Kabar?

Padahal tujuan Pilkada, seyogianya, mencari sosok pemimpin yang dapat menjadi panutan bagi rakyat Aceh. Brilliant, melahirkan berbagai ide untuk pembangunan Aceh yang bermartabat dan berkelanjutan.

Masih berkonspirasi dengan ‘Ambigu’ penguasaan untuk berkuasa dan memenuhi animo kelompok-kelompok yang diciptakan para penguasa. Pemenang Pilkada 2024 mendatang. Gaya dan perilaku politik bagi para pendukung calon yang dimenangkan.

BACA JUGA...  Usman Lamreung: Dinamika Politik Pilkada Aceh Semakin Dinamis dan Memanas

Menunjukkan, kentalnya mesin politik [Partai dan kelompok tertentu] bermain, tanpa melihat kemampuan manajerial, wawasan, kewibawaan dan panutan serta menguasai pemikiran untuk pembangunan yang berkelanjutan.