BIREUEN (ADC) Terkait postingannya di media sosial Facebook.com, Senin, 26 Februari 2018, salah seorang pengguna akun Facebook (facebooker-red) atas nama Dian Fahmi terpaksa harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jangka Mesjid, Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen, Rabu, 28 Februari 2018.
Apa yang membuat warga Desa Pulo Iboeh, Kecamatan Jangka itu harus meminta maaf?
Diketahui, sebelumnya Dian Fahmi melalui akun Facebooknya mengomentari keberadaan kondisi sebuah objek wisata yang diklaimnya paling maksiat. Akibatnya warga sekitar objek wisata itu tak terima dan melakukan protes.
Mengetahui protes warga makin banyak, Dian Fahmi akhirnya menyatakan sikapnya untuk memohon maaf kepada seluruh masyarakat Desa Jangka Mesjid atas postingan di Media Sosial Facebook beberapa hari yang lalu dengan isi postingan “Pantai Laut Jangka tempat Wisata paling Maksiat”.
“Saya siap menerima semua tuntutan dari pihak Desa Jangka Mesjid Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen,” ujarnya.
Pihak keluarga Dian Fahmi diketahui telah siap melakukan permintaan maaf dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan damai sesuai adat istiadat yang berlaku di Aceh.
“Kami telah bersepakat menyelesaikan permasalahan ini secara damai dan kekeluargaan, ” terangnya.
Penyelesaian damai tersebut diketahui dilakukan melalui selembar kertas putih yang turut ditanda tangani pelaku dan dua kepala desa. (MS)




