Minat Baca Huruf Arab – Jawoe Bangkit Kembali di Aceh 

Jumat, 10 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Jika selama ini; yang sudah tiga tahun berjalan, pada saat mendaftar peserta diberikan pilihan salah satu naskah yang akan dibaca. Untuk kedepan tantangan akan lebih besar.

Direncanakan peserta akan diberikan beberapa naskah, dan ketika tampil di pentas, maka panitia yang akan menentukan naskah mana yang harus dibacakan. Dengan demikian akan memunculkan sosok-sosok yang memang sangat paham dengan aksara Arab-Melayu/Jawi atau Jawoe.

BACA JUGA...  Bupati Aceh Jaya Ajak Kalangan Investor Untuk Investasi

Beragam tanggapan para peserta terkait keikutsertaan mereka dalam lomba ini. M. Husen (55) pembaca naskah Teungku di Cucum 1 (satu) menjelaskan bahwa; ia ikut lomba ini karena merasa prihatin dengan bahasa Aceh saat ini.

Generasi sekarang mulai meninggal bahasa sendiri, yaitu bahasa Aceh dengan cara enggan menggunakan bahasa Aceh dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita bertanya dengan bahasa Aceh, maka dia tetap menjawab dengan bahasa Indonesia, walaupun dia sangat mengerti bahasa Aceh.

BACA JUGA...  Dek Fadh Bahas Masalah Haji Dalam Pertemuan Dengan Kementerian Agama dan BP Haji

Saat ini bahasa Aceh banyak dicampur dengan bahasa nasional, seperti saat menyebutkan “camca”, anak-anak tidak lagi menyebut sesuai aslinya, tapi lebih mengenal kata sendok sebagai pengganti camca.

Misalnya, dalam kehidupan sehari-hari untuk meminta camca maka ia menyebutkan “ tolong Mak cok sendok siat!”.

Berita Terkait

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Kelola Dana Pensiun, Bank Aceh dan TASPEN Kerja Sama 

Rabu, 19 Agu 2026 - 21:26 WIB

HUKOM

Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:30 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Insyaallah 52 Ribu Jiwa Jadup Pekan Ini Cair

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:23 WIB