OPINI  

Minat Baca Huruf Arab – Jawoe Bangkit Kembali di Aceh 

Ilustrasi

Sementara yang laki-laki tidak seorang pun ikut mendaftar. Mendengar jawaban saya, Bapak Teguh tidak menyerah, sekaligus mencari solusinya. Akhirnya, acara lomba membaca naskah lama Aceh bahasa Aceh pertama di Balai Bahasa Banda Aceh, berlangsung dengan meriah.

Pada acara lomba membaca naskah lama Aceh pertama yang berlangsung tahun 2013, saya (T.A Sakti), Medya Hus, dan Zainun S.Ag diundang sebagai juri dalam perlombaan itu. Acara lomba diikuti oleh 46 peserta dari berbagai kalangan; mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, dan santri dayah yang datang dari berbagai kampung di Banda Aceh dan Aceh besar.

BACA JUGA...  Agar Tak Ditanya Buku Nikah, MRS Ungkap Cara Booking Hotel

Banyaknya peserta melebihi perkiraan semula, membuat saya merasa kaget, seakan tidak percaya. Setelah melihat antusias peserta untuk mengikuti perlombaan ini, membuat saya amat bahagia. Sekarang, ternyata minat baca masyarakat Aceh terhadap naskah lama mulai bangkit kembali.

Dalam upaya mendukung pengembangan dan pelestarian naskah lama Aceh, sejak tahun 1992 hingga sekarang; saya telah melakukan alih aksara 35 judul naskah lama Aceh. Hasil transliterasinya sekitar 7000 (tujuh ribu) halaman. Sebagian teramat kecil dari hasil alihaksara itu telah diterbitkan.

BACA JUGA...  Satgas Mafia Tanah Telah Lama di Aceh?

(Tambeh: Sekarang, 10 Januari 2025 sudah 40 judul manuskrip Aceh selesai saya salin ke Latin dengan hasil alih aksara sekitar 800 halaman. Terkini, yang sedang saya salin ke Latin, sejudul hikayat dari digital Universitas Leiden, Belanda. Naskah setebal 99 halaman, 33 halaman sudah selesai tersalain.
Insya Allah, di bulan Puasa 1446 H depan; bila Allah mengizinkan saya menyalin ke Latin” ‘Hikayat Hasan-Husen” milik seniman besar Aceh Cek Medya Hus.