Minat Baca Huruf Arab – Jawoe Bangkit Kembali di Aceh 

Jumat, 10 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Oleh : T.A. Sakti dan Siti Hajar

ACEH merupakan salah satu gudang naskah(manuskrip) nusantara. Berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti agama, hukum adat, sejarah, kesehatan, astronomi, sosial-budaya, politik dan ekonomi tercakup dalam naskah itu.

Sebelum diperkenalkan dengan huruf Latin oleh penjajah Belanda, huruf Arab-Melayu atau Jawi alias harah Jawoe merupakan satu-satunya media pencari ilmu bagi orang Aceh.Tetapi akibat perkembangan zaman, yaitu dengan tingginya penggunaan huruf Latin, membuat huruf Arab- Melayu mulai ditinggalkan.

BACA JUGA...  Pulang dari Jakarta, Salihin: Revisi UUPA dan Otsus Menyangkut Masa Depan Aceh

Peralihan penggunaan huruf Jawi ke aksara Latin membuat masyarakat Aceh pada umumnya tidak mampu lagi membaca hikayat, nazam dan tambeh. Padahal tradisi membaca ketiga jenis naskah itu merupakan ‘santapan’ sehari-hari masyarakat Aceh tempo dulu sepanjang tahun.

Suatu sore di bulan Februari 2013 Bapak Drs. Teguh Santoso, S.S., M. Hum sebagai Kepala Balai Bahasa Banda Aceh menghubungi saya (T.A Sakti) untuk tukar pendapat terkait dengan ide beliau yang berencana mengadakan lomba naskah lama Aceh.

BACA JUGA...  Dek Fadh Silaturahmi dengan Bos Blue Bird, Bahas Peluang Investasi Multisektor di Aceh

Saya sangat mendukung gagasan itu, namun akibat pengalaman saya yang pernah menjadi juri pada kegiatan lomba membaca naskah lama bahasa Aceh, yang diadakan oleh Museum Aceh, Banda Aceh tahun 2003, saya menjadi sedikit prihatin dan sedih. Sebab, lomba di Museum Aceh itu hanya diikuti oleh 6 (enam) orang peserta lomba dan seluruh pesertanya perempuan.

BACA JUGA...  Pancasilais vs Kapitalis Liberal

Berita Terkait

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik
JKA: Ibarat Buah Simalakama

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Berita Terbaru

Eks GAM Denmark Tarmizi Age.

PEMERINTAHAN

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:03 WIB

NEWS FEATURE

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Selasa, 18 Agu 2026 - 00:31 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Ajak Pemuda Jauhi Narkoba dan Judi Online 

Senin, 17 Agu 2026 - 18:02 WIB

OPINI

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 17 Agu 2026 - 17:55 WIB

RAGAM BERITA

HUT ke-81 RI, SPS dan Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh

Senin, 17 Agu 2026 - 17:50 WIB