Membangun Ketahanan Pangan Aceh: Saat Logistik Tak Boleh Kalah dari Bencana

Jumat, 31 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Membangun Ketahanan Pangan Aceh: Saat Logistik Tak Boleh Kalah dari Bencana. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Ist].

Membangun Ketahanan Pangan Aceh: Saat Logistik Tak Boleh Kalah dari Bencana. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Ist].

Oleh: Amru Hidayat, STP (Mahasiswa Magister Teknik Industri Universitas Syiah Kuala)

PROVINSI ACEH adalah tanah yang subur dengan sumber daya alam melimpah, namun juga berdiri di atas garis rapuh bencana.

Banjir, longsor, hingga gempa bumi menjadi bagian dari siklus alam yang terus menguji daya tahan masyarakatnya.

Di tengah ancaman itu, ketahanan pangan dan sistem logistik bukan lagi sekadar isu teknis—melainkan fondasi sosial yang menentukan apakah Aceh mampu bertahan atau justru tumbang ketika bencana datang.

BACA JUGA...  BEM Nusantara Siap Berpartisipasi Membangun Pendidikan Aceh

Sebagai mahasiswa Teknik Industri, saya melihat bahwa sistem logistik penanggulangan bencana di Aceh masih cenderung reaktif.

Laporan Kinerja BPBA Tahun 2019 bahkan mencatat Indeks Risiko Bencana (IRB) meningkat, menandakan bahwa strategi mitigasi belum terjalin secara sistemik. Aceh seolah hanya bergerak setelah bencana terjadi, bukan sebelum.

Salah satu titik lemah yang paling nyata adalah pada fase last mile delivery—tahapan paling krusial dalam distribusi bantuan.

BACA JUGA...  Raja Saifullah Mengangkat Abuya Amran Waly Al-Khalidi Sebagai Qadhi Malikul ‘Adil di Aceh Darussalam

Ketika tanah longsor memutus akses jalan, desa-desa terisolasi, dan truk logistik terhenti di tengah jalur rusak, masyarakat di ujung rantai pasok menjadi korban pertama.

Tanpa sistem pre-positioning logistik atau jalur alternatif yang dirancang secara adaptif, distribusi pangan tak akan pernah tiba tepat waktu. Dan di situlah krisis kemanusiaan bermula.

Berita Terkait

Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB