Jalan yang Berbelok dari Nurani

Jalan yang Berbelok dari Nurani. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | digital art].

“Kami tidak menolak pembangunan. Kami hanya ingin yang dijanjikan dikerjakan dengan jujur dan di tempat yang semestinya. Jalan ini bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk anak-anak kami yang setiap hari berjalan kaki ke sekolah.”

[Alfian, Warga Alue Selebu].

  • Ketika Dana Otsus Tak Lagi Menyapa Rakyat Kecil di Alue Selebu
BACA JUGA...  Menembus Isolasi dari Jakarta; Upaya Bupati Armia Membuka Urat Nadi Aceh Tamiang

DI TEPI SEBUAH JALAN tanah di Kampung Alue Selebu, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, siang itu, beberapa lelaki duduk di bawah naungan pohon jati.

Di depan mereka, terbentang ruas jalan yang sudah lama menunggu sentuhan aspal. Dari arah utara, debu berhamburan setiap kali truk melintas. Udara kering bercampur dengan aroma tanah terbakar.

BACA JUGA...  KUALA YANG DANGKAL, NEGARA YANG DIUJI

“Harusnya jalan ini sudah diaspal tahun ini,” kata Alfian (56) sambil menatap papan proyek yang setengah rebah di tanah. “Tapi ternyata bukan di sini, bang. Malah ke dusun sebelah.”

Ia tak bisa menyembunyikan nada getir di suaranya. Proyek pengaspalan jalan senilai Rp954.519.000 dari pagu dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun anggaran 2025 itu sejatinya diperuntukkan bagi ruas Alue Selebu – Tanjung Sari.

BACA JUGA...  Hakim PN Tipikor Tolak Eksepsi Mantan Bupati Mursil Cs, atas Tindak Pidana Korupsi Lahan eks HGU

Tapi pelaksanaannya justru dialihkan ke Dusun Suka Makmur, lokasi yang tak disebutkan dalam papan proyek.

“Katanya proyek kami, tapi yang diaspal malah orang lain. Kami Cuma dapat debu dan kecewa,” ujarnya lirih.

Satu Jalan, Dua Cerita