Penurunan persentase alokasi dari 2% ke 1% DAU nasional artinya beban pembangunan, terutama infrastruktur dan layanan dasar, akan semakin berat dikuatkan oleh penurunan dana dan meningkatnya kebutuhan perawatan dan pemeliharaan aset.
Bagaimana Kaitan Konteks Nasional dengan Kisah Alue Selebu
Dengan latar belakang di atas, kisah warga Alue Selebu yang merasa proyek jalan mereka berubah lokasi dan arah bisa dilihat sebagai cermin nyata dari beberapa isu struktural:
Keterbatasan dana & fleksibilitas alokasi: ketika dana Otsus semakin dibatasi atau harus dialokasikan ulang, bisa muncul kesenjangan antara rencana awal dan yang terealisasi di lapangan. Warga yang mengira proyek di kampungnya menjadi korban dari perubahan lokasi karena tekanan administratif/keuangan.
Pengawasan publik yang lemah: temuan BPK mengenai kelebihan bayar, kurang volume pekerjaan, dan kelemahan pengendalian internal mengindikasikan bahwa meskipun ada audit, masih terdapat ruang bagi penyimpangan, terutama di daerah terpencil atau ketika masyarakat lokal tidak benar-benar dilibatkan.
Kebutuhan akan transparansi lebih besar: warga seperti Alue Selebu butuh dokumentasi proyek, berita acaranya, perubahan yang disetujui, titik koordinat proyek, agar bisa memverifikasi sendiri apakah proyek berjalan sesuai yang dijanjikan.




