BANDA ACEH | MA — Ketua Umum DPP Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan PT Pembangunan Aceh (PEMA) yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Dalam keterangannya kepada media, Kamis, (14/5), Sulaiman Manaf menilai pengelolaan sektor migas Aceh hingga saat ini masih jauh dari harapan publik.
Menurutnya, keberadaan BPMA dan PT PEMA yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah belum menunjukkan capaian konkret, terutama dalam menarik investasi dan membuka peluang kerja bagi masyarakat Aceh.
Ia secara khusus menyoroti kepemimpinan Kepala BPMA, Nasri Jalal, yang dinilai belum menunjukkan kapasitas optimal dalam mengelola lembaga strategis tersebut.
Sulaiman menyebutkan, persoalan tata kelola internal di tingkat deputi BPMA saja masih dinilai belum berjalan efektif, sehingga memunculkan keraguan terhadap kemampuan manajerial dalam mengawasi berbagai perusahaan dan proyek strategis di bawah koordinasi lembaga itu.
“BPMA merupakan institusi penting yang mengelola sektor strategis Aceh. Namun hingga saat ini, masyarakat belum melihat dampak nyata yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Sulaiman.




