“Ini merupakan upaya luar biasa yang terus dilakukan TNI AD dalam rangka percepatan pemulihan kebutuhan infrastruktur masyarakat, baik untuk menunjang sarana pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun akses pemulihan sektor ekonomi.”
[Fadlon, S.H., Ketua DPRK Aceh Tamiang]
- Peresmian Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kecamatan Sekerak menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam membangun kembali akses masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang.
BENCANA hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November tahun lalu meninggalkan dampak luas bagi kehidupan masyarakat.
Tidak hanya merusak rumah warga dan fasilitas umum, bencana tersebut juga memutus akses infrastruktur di sejumlah wilayah. Jalan rusak, jalur penghubung terhambat, hingga terganggunya mobilitas masyarakat menjadi persoalan yang harus segera dipulihkan.
Di tengah kebutuhan pemulihan tersebut, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda (GPG) di Kecamatan Sekerak menjadi salah satu langkah nyata dalam mengembalikan konektivitas masyarakat.
Jembatan yang dibangun melalui kolaborasi TNI Angkatan Darat bersama Vertical Rescue Indonesia (VRI) itu kini menjadi penghubung baru bagi masyarakat sekaligus simbol hadirnya gotong royong dalam percepatan pembangunan pascabencana.




