Menunggu Jembatan di Tengah Banjir: Nestapa Warga Kuala Penaga yang Terlupakan

Kamis, 23 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menunggu Jembatan di Tengah Banjir, Nestapa Warga Kuala Penaga yang Terlupakan. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Menunggu Jembatan di Tengah Banjir, Nestapa Warga Kuala Penaga yang Terlupakan. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

“Air tak mengenal batas kabupaten, tapi kebijakan sering berhenti di tapal batas.”

[Sayed Zainal M, SH, Direktur Eksekutif LembAHtari].

AIR BAH KEMBALI datang seperti tamu tak diundang. Di Kuala Penaga, di hilir Aceh Tamiang, air cokelat pekat menyapu halaman rumah, kebun, bahkan jembatan gantung yang sudah renta.

Papan-papan jembatan hanyut, tali besinya berkarat, dan warga yang menunggu di tepian hanya bisa pasrah, menatap deras air dari hulu yang membawa lumpur, ranting, dan kayu gelondongan dari gunung Gayo.

BACA JUGA...  Disiplin Tanpa Kompromi di Zona Bencana

Di sinilah luka tahunan itu dimulai [dari hulu yang digunduli], mengalir ke hilir yang tenggelam.

“Kalau di atas sana ada balakan, kami di bawah siap-siap angkat barang.”

[Riki Rikardo, Mantan Datok Penghilu Kuala Penaga.]

Rantai Luka dari Hulu ke Hilir

Secara geografis, Aceh Tamiang adalah kabupaten yang “menerima beban” dari kawasan di atasnya. Sungai utama yang melintasi wilayah ini berhulu di pegunungan Gayo Lues, melintas ke Aceh Timur dan Kota Langsa, sebelum bermuara di pesisir Tamiang.

BACA JUGA...  Era Digitalisasi: Dituntut Menguasai, Bukan Hanya Kedekatan dan Lobi

Letaknya yang berada di lintasan hilir lintas kabupaten menjadikan daerah ini sangat rentan terhadap dampak ekologis dari wilayah lain.

Eskalasi penebangan hutan di kawasan hulu [yang oleh warga setempat disebut balakan] menjadi akar dari semua bencana tahunan ini. Ketika tegakan kayu habis ditebang, tanah kehilangan penyangganya.

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru