Menunggu Jembatan di Tengah Banjir: Nestapa Warga Kuala Penaga yang Terlupakan

Menunggu Jembatan di Tengah Banjir, Nestapa Warga Kuala Penaga yang Terlupakan. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Aceh Tamiang hari ini adalah potret dari paradoks pembangunan [ketika hulu dibiarkan rusak, hilir menanggung derita].

Menyatukan kebijakan antara konservasi dan infrastruktur bukan sekadar pilihan teknis, melainkan keputusan moral. Karena menjaga hulu adalah bentuk cinta terhadap mereka yang hidup di hilir.

Dan mungkin, dari Kuala Penaga yang sunyi, kesadaran itu akan lahir; bersama jembatan yang suatu hari akan benar-benar menghubungkan bukan hanya dua tepi sungai, tapi juga dua kepentingan besar; alam dan manusia. [].

BACA JUGA...  Menunggu Tangan Pusat Bersuara