“Meneladani Rasul bukan soal serban dan jubah, tapi bagaimana kejujuran dan kasih sayang itu hidup dalam tindakan.”
[Kolonel Inf Ali Imran, Danrem 011/Lilawangsa].
- Meneladani Akhlak di Tengah Zaman yang Berlari
TAMPAK MATAHARI mulai condong ke barat. Cahaya jingga menembus kaca jendela besar Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, menimbulkan pantulan keemasan di lantai marmer putih. Seolah langit sedang menulis ayat-ayat keheningan di atas setiap kepala yang menunduk.
Di halaman masjid, barisan sandal dan sepatu berjejer rapi. Anak-anak berpakaian putih berjalan beriring, sementara ibu-ibu dengan gamis dan selendang berwarna pastel menatap menara tinggi yang memantulkan cahaya senja.
Udara sore itu hangat, tapi tidak gerah [ada kesejukan yang datang bersama irama zikir dan lantunan selawat yang mengalun lembut dari pengeras suara].
Di tengah saf pertama, Kolonel Inf Ali Imran, Komandan Korem 011/Lilawangsa, duduk berdampingan dengan sang istri, Ny. Dini Imran, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda.
Di wajah keduanya tergambar ketenangan yang jarang terlihat dalam rutinitas militer yang keras.
Hari itu, mereka tak sedang memimpin pasukan, tapi sedang memimpin diri; untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah.





