Dan TNGL Sikundur Tenggulun Itupun Porak Poranda

Rabu, 9 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sayed Zainal M, SH. Direktur Eksekutif LembAHtari. Bersama kerusakan lahan dan penjarahan balakkan liar di TNGL Sikundur Tenggulun. (Foto/Dok : Syawaluddin/mediaaceh.co.id).

Sayed Zainal M, SH. Direktur Eksekutif LembAHtari. Bersama kerusakan lahan dan penjarahan balakkan liar di TNGL Sikundur Tenggulun. (Foto/Dok : Syawaluddin/mediaaceh.co.id).

‘Okupasi’ lahan secara personal dan kelompok ilegal, memunculkan ‘kohesi’ dan ‘prasmanan’ cuan tak lazim terus saja menggerus areal TNGL itu, secara serampangan, membabi buta demi lembaran berharga.

TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (TNGL) begitu sebutannya, hadir di dua provinsi yang membelah wilayah Sumatera Utara dan Aceh [Tepatnya kabupaten Aceh Tamiang].

Banyak cerita heroik tersaji di lahan yang penuh dengan keanekaragaman hayati berbiak di sana. Kini? Siklus itu terganggu akibat tangan jahil dan ulah manusia, mencabik dan di porak porandakan ekosistem habitatnya.

BACA JUGA...  YARA Desak Wali Kota Copot Kepala Bagian ULP

Carut marut sengketa pun terjadi, karena kerakusan manusia, ingin menguasai lahan di wilayah TNGL secara ilegal dan serampangan.

Tak tanggung-tanggung, TNGL terus dicabik-cabik mencapai sebelas ribu hektar lebih lahan yang dieksploitasi dibuka dan dialih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.

‘Okupasi’ lahan secara personal dan kelompok ilegal, memunculkan ‘kohesi’ dan ‘prasmanan’ cuan tak lazim terus saja menggerus areal TNGL itu, secara serampangan, membabi buta demi lembaran berharga.

BACA JUGA...  Cinta NKRI Pemko Sabang Ikut Mensukseskan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

Mereka tak pernah hiraukan bencana ‘menggelayut’ menghantui masyarakat Aceh Tamiang. Apakah mereka berpikir tentang itu? Di benaknya hanya cuan haram hasil dari pembabatan hutan dan penguasaan lahan ilegal.

Berita Terkait

Dalami Teknik Olah TKP, Satreskrim Polres Sabang Gelar Pelatihan
Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026
Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:05 WIB

Dalami Teknik Olah TKP, Satreskrim Polres Sabang Gelar Pelatihan

Rabu, 4 November 2026 - 21:43 WIB

Indonesia Bidik Kemitraan Strategis Migas di ADIPEC 2026

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Berita Terbaru