Rere di Garis Mutu Pemulihan Aceh Tamiang

[Rahmadina Alya]

“WiKA sudah menjadi bagian hidup saya. Selama saya masih diberi tanggung jawab, saya ingin memastikan setiap pekerjaan selesai dengan kualitas terbaik dan memberi manfaat bagi masyarakat.”

  • Dari pembangunan hunian sementara hingga pembersihan 744 fasilitas umum pascabencana, Rahmadina Alya menjadi figur penting di balik standar mutu proyek tanggap darurat PT WiKA di Aceh Tamiang.
BACA JUGA...  Anak-Anak yang Menyaksikan Kekerasan

PAGI belum sepenuhnya terang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Embun masih menggantung di sela-sela bangunan hunian sementara yang berdiri rapi di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang.

DI LOKASI ITU, suara palu bertemu kayu dan deru kendaraan proyek bersahut-sahutan memecah kesunyian pagi.

Di antara para pekerja yang mulai sibuk menyiapkan aktivitas hari itu, seorang perempuan tampak berjalan cepat menyusuri area proyek. Helm proyek melekat di kepala. Rompi kerja menutupi kemeja lapangan yang mulai dipenuhi debu.

BACA JUGA...  Dari Surabaya ke Aceh, Api Pahlawan yang Tak Pernah Padam

Di tangannya terdapat catatan progres pekerjaan yang penuh angka.

Perempuan itu adalah Rahmadina Alya, yang akrab disapa Rere.

Di proyek tanggap darurat penanganan bencana alam Aceh-1 milik PT Wijaya Karya (WiKA), Rere memegang peran yang tak ringan.

Ia menjabat sebagai Senior Advisor for Assessment Divisi Quality Control.