Rere di Garis Mutu Pemulihan Aceh Tamiang

Kamis, 23 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banyak bangunan dipenuhi lumpur, sampah, dan material sisa banjir.

Sebagian bahkan tidak dapat langsung digunakan masyarakat.

Rere kembali berada di garis depan pengawasan.

Ia memastikan proses pembersihan berjalan sistematis dan sesuai target.

“Kami ingin fasilitas publik segera kembali berfungsi agar aktivitas masyarakat bisa pulih lebih cepat,” ujarnya.

Dalam kondisi pascabencana, pemulihan fasilitas umum memang menjadi kebutuhan mendesak.

BACA JUGA...  Aksi Unjuk Rasa Kaum Buruh PT. GNI Berhasil Membuat Istana Terperangah

Sekolah harus kembali dibuka.

Aktivitas ibadah harus berjalan.

Pelayanan publik harus pulih.

Dan semua itu membutuhkan kerja cepat sekaligus presisi.

Memberdayakan Penyintas

SALAH satu kebijakan yang diterapkan WiKA dalam proyek ini adalah melibatkan tenaga kerja lokal.

Menurut Rere, perusahaan saat ini mempekerjakan sekitar 700 warga lokal.

Mayoritas berasal dari keluarga yang juga terdampak bencana.

BACA JUGA...  MENYUSURI PUING, MENGGENGGAM HARAPAN

Mereka bekerja dalam berbagai bidang, mulai dari pembangunan huntara hingga pembersihan fasilitas umum.

Kebijakan itu memberi efek ganda.

Pemulihan berjalan lebih cepat karena tenaga kerja tersedia.

Di sisi lain, warga terdampak memperoleh pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

“Ini bukan hanya soal proyek, tapi juga soal bagaimana masyarakat bisa bangkit kembali,” kata Rere.

Pendekatan tersebut membuat kehadiran WiKA diterima positif oleh masyarakat.

BACA JUGA...  Sertifikat Tanah ‘Mangkir’ Penyaluran CSR ‘Terdegradasi’ PEP Rantau Field Terima Rapor Merah

Berita Terkait

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Aceh dan Janji yang Belum Tuntas
Menjemput Hak Warga di Jakarta

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terbaru

POLITIK

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB