Rere di Garis Mutu Pemulihan Aceh Tamiang

Kamis, 23 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Selama 26 tahun bekerja di perusahaan konstruksi milik negara tersebut, Rere terbiasa menghadapi tekanan proyek, tenggat waktu, hingga medan pekerjaan yang tidak selalu ramah.

Namun, proyek di Aceh Tamiang memiliki tantangan berbeda.

Ia hadir di wilayah yang baru saja dihantam bencana ekologis dan hidrometeorologi.

Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang sebelumnya meninggalkan kerusakan serius. Rumah warga rusak, fasilitas umum lumpuh, dan aktivitas masyarakat nyaris berhenti.

BACA JUGA...  ARMIA PAHMI DI GARIS DEPAN

Di tengah kondisi itu, WiKA hadir membawa mandat percepatan pemulihan.

Dan Rere menjadi salah satu orang yang memastikan pekerjaan itu tidak asal selesai.

Menjaga Standar di Tengah Situasi Darurat

DALAM proyek tanggap darurat, kecepatan sering menjadi prioritas utama. Namun bagi Rere, kecepatan tanpa kualitas justru akan melahirkan persoalan baru di kemudian hari.

BACA JUGA...  Di Tanah yang Terlupakan, Saiful Bahri Mengangkat Derita Sekerak ke Ruang Kebijakan

Setiap pagi, ia memulai pekerjaan dengan mengecek progres lapangan. Dari kualitas material, ketepatan pengerjaan, hingga efektivitas tenaga kerja, semuanya masuk dalam pengawasannya.

“Kalau kualitas diabaikan hanya karena ingin cepat selesai, maka masyarakat yang akan dirugikan,” kata Rere kepada wartawan di sela aktivitasnya.

Tahap awal proyek yang diawasi Rere adalah pembangunan Hunian Sementara (Huntara) tahap pertama di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang.

BACA JUGA...  Ambulans Tiba, Harapan Bergerak, Layanan Kesehatan Aceh Tamiang Didorong Bangkit dari Krisis

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Kadis PUPR Aceh Selatan Skar Fharaby.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PUPR Gunakan Dana TKD Rp.6 Milyar untuk Bayar Utang

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:32 WIB

Saat peluncuran program gerakan menanam pada acara HUT Kota Meulaboh oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi, Ahad, (11/10).

PEMERINTAHAN

Tarmizi Luncurkan Gerakan Menanam

Minggu, 11 Okt 2026 - 17:25 WIB

Rapat kepengurusan SMSI Aceh Utara dalam mempersiapkan pelantikan dan penganugrahan di Cafe SPBU Teuping Punti, Ahad (11/10).

RAGAM BERITA

SMSI Aceh Utara Siapkan Anugerah 2026 Pada Pelantikan Desember 

Minggu, 11 Okt 2026 - 17:14 WIB