“Saya janji, kita bongkar jejak Korupsi kedua ‘sempalan’ ini dan apa yang akan dikerjakannya ke depan. Mereka tidak bisa dibiarkan bebas untuk niat jahatnya, apalagi jejak korupsinya sudah terbongkar, tunggu saja waktunya,” pungkas Sayed.
DI ACEH TAMIANG ada Kampung [Desa] yang masih terisolir karena aksesnya. Sebut saja Kuala Peunaga, Kampung yang pernah digerus abrasi air laut di ‘buritan’ Timur Aceh Tamiang; menyisakan puing bangunan yang pernah ditenggelamkan laut Selat Malaka. Menyisakan pilu mendalam warganya kala itu.
Penduduknya dipindahkan pemerintah, karena kampung mereka tenggelam di medio 1998 lalu. Sebanyak 176 Kelapa Keluarga (KK) ‘merangsek’ menghuni perkampungan baru di daratan Aceh Tamiang.
Baru saja beberapa tahun mereka tinggal di perkampungan baru itu, tepat tanggal 26 Desember 2004 wilayah perkampungan baru tersebut diluluh lantakkan gelombang maha dahsyat ‘Ie Beuna’ [Tsunami] meratakan wilayah permukiman baru tersebut dengan tanah.
Duka warga Kuala Peunaga belum sembuh, karena kampung mereka ditelan laut. Lalu ditambah lagi pemukiman baru mereka disapu gelombang maha dahsyat Tsunami. Semakin menambah catatan kelabu Kampung Pesisir yang bertahan hidup dari hasil laut.




