Jejak Korupsi, Datok Penghulu Lama di Kuala Peunaga

Jejak Korupsi, Datok Penghulu Lama di Kuala Peunaga. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id].

Kemudian pemerintah Aceh Tamiang mencari lahan untuk membangun kembali rumah shelter bantuan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh [Badan yang menangani rehab rekons permukiman manusia pasca Tsunami] di tahun 2006 lalu untuk membangun permukiman ketiga kalinya.

Terbentuklah sebuah kampung Baru dengan rumah Shelter sebanyak kurang lebih 200 unit di wilayah kecamatan Bendahara.

BACA JUGA...  BUMD Jadi Sarang Korupsi

Kehidupan baru pun mulai menggeliat, di rumah hunian mereka yang baru. Hari ke hari; bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun, Kampung Kuala Peunaga telah menjadi peradaban yang menghasilkan pendapatan tetap.

Hasil komoditi unggulan Kampung Kuala Peunaga adalah Belacan [Terasi] Tuktuk dari hasil ekstrak murni Udang Sabu [Kecepe], dikerjakan secara tradisional. Kini menjadi cindramata atau souvenir oleh-oleh khas Aceh Tamiang.

BACA JUGA...  Anang Iskandar: Pemusnahan Barbuk Narkotika Tidak Sesuai Prosedur adalah Kejahatan

Lalu ada sektor perikanan [Nelayan] masyarakat. Hasilnya mereka bawa langsung ke Tempat Pendaratan Ikan (TPI) untuk dijual.

Selanjutnya sektor perkebunan Kelapa Sawit. Berdasarkan data rata-rata warga Kuala Peunaga juga pelaku sektor perkebunan.

Dengan tiga komoditi unggulan, Kuala Peunaga dan berkembang. Dari jumlah penduduk 176 KK, kini meningkat menjadi 713 KK. Sungguh perkembangan yang sangat menjanjikan untuk peradaban kampung menuju wilayah berkembang.