Rere di Garis Mutu Pemulihan Aceh Tamiang

Ucapan terima kasih kerap disampaikan warga kepada tim lapangan.

WiKA sebagai Jalan Pengabdian

BAGI RERE, WiKA bukan sekadar tempat bekerja.

Perusahaan itu telah menjadi bagian besar dari hidupnya selama lebih dari dua dekade.

Ia menghabiskan sebagian besar hidup profesionalnya di berbagai proyek konstruksi.

Setiap proyek memberinya pelajaran baru. Namun satu prinsip yang tidak pernah berubah adalah menjaga kualitas.

BACA JUGA...  Sedikit Kegembiraan di Tengah Kecemasan

Baginya, hasil pekerjaan akan selalu menjadi wajah perusahaan.

Jika mutu buruk, reputasi perusahaan ikut dipertaruhkan.

Karena itu, ia terus memastikan seluruh pekerjaan dilakukan dengan standar terbaik.

Menjelang sore, aktivitas proyek perlahan melambat. Para pekerja mulai berkemas.

Namun Rere masih berdiri di satu sudut lokasi sambil memeriksa catatan progres harian.

Di hadapannya, huntara berdiri kokoh.

BACA JUGA...  Kado Milad Day 240 Hari Kerja; Dari Janji ke Bukti, Armia Pahmi - Ismail Sulam Perubahan Nyata

Di berbagai sudut Aceh Tamiang, fasilitas umum perlahan kembali bersih dan berfungsi.

Di balik seluruh proses itu, ada kerja sunyi yang jarang terlihat publik.

Kerja tentang ketelitian.

Tentang disiplin.

Tentang memastikan bahwa pemulihan pascabencana bukan sekadar cepat selesai, tetapi benar-benar menghadirkan harapan baru bagi masyarakat. [].