Perambahan Hutan di Asel Terus Berlanjut, For-PAS: Tutup Kilang dan Copot Irwandi Pante 

Foto hasil penelusuran Google Map oleh T. Sukandi yang menduga kepemilikan areal hutan Irwandi Pante dan Rahmad pada garis petak hijau.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN | MA Perambahan hutan secara besar-besaran di kawasan hutan Menggamat Kluet Tengah Aceh Selatan (Asel), dilaporkan,  Rabu, (23/4), terus berlanjut hingga Jumat, (25/4).

Aksi pengerusakan hutan itu,  semakin memantik  desakan dari berbagai kalangan di Aceh Selatan agar kilang kayu (shaumill) milik Rahmad ditutup. Kemudian, pihak berkompeten juga harus segera mencopot Irwandi Pante dari jabatannya sebagai Kepala UPTD KPH Wilayah VI Subulussalam.

BACA JUGA...  TP-PKK Perkuat Tim Penggerak Kecamatan untuk Turunkan Stunting

Salah satu kalangan yang sangat getol menyuarakan penutupan pabrik pengolahan kayu menggunakan gergaji pita itu yakni Ketua For-PAS Aceh Selatan T. Sukandi.

Sebagaimana realise yang diterima wartawan di Tapaktuan, Jumat, (25/4), T. Sukandi bukan saja mendesak pihak berwenang menutup operasional shaw mill, tetapi meminta atasan Irwandi Pante agar mencopotnya dari jabatannya selaku Kepala UPTD KPH Wilayah Subulussalam yang sudah lama dipegangnya.

BACA JUGA...  Layak Dihukum Mati, GEPRINDO Wanti Jokowi Soal Koruptor e-KTP

“Agar tidak terjadi polemik yang bisa memunculkan konflik dan sekaligus perambahan hutan dapat  terhenti, maka dua keputusan harus diambil oleh pihak berkompeten yakni menutup kilang kayu dan mencopot Irwandi Pante dari jabatannya,” kata T. Sukandi.

Menurutnya, sangat logis kebijakan tersebut diambil oleh pihak berwenang, karena akan memutus kolaborasi “destruktif” antara pemilik kilang Rahmad Meukek dengan Irwandi Pante selalu pejabat pengawas hutan.