Otsus Aceh Rp105,7 Triliun, Awwaluddin Buselia: Ke Mana Dana Sebesar itu Bermuara?

Awwaluddin Buselia, Analis Lembaga Emirates Development Research (EDR)

BANDA ACEH | MASelama lebih dari 15 tahun, sejak 2008 hingga 2024, Aceh telah menerima kucuran Dana Otonomi Khusus (Otsus) mencapai Rp105,7 triliun. Angka fantastis ini disampaikan oleh Awwaluddin Buselia, Analis Lembaga Emirates Development Research (EDR), dalam keterangan pers yang diterima media pada Kamis (18/9).

“Jumlah ini setara dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebuah negara kecil. Namun, pertanyaan besar terus menghantui publik: apa yang benar-benar tersisa untuk rakyat Aceh? Ke mana dana sebesar itu bermuara?” ungkapnya.

BACA JUGA...  YARA Pertanyakan Kewenangan SKK Migas, Pertamina Publikasi Hasil Migas Aceh 

Meski sempat melahirkan berbagai proyek, realitasnya dana Otsus banyak terserap pada belanja rutin, pembangunan jangka pendek, dan program berbasis output. Jalan memang dibangun, gedung pemerintahan berdiri, bantuan sosial disalurkan. Tetapi semua itu belum cukup untuk mengangkat Aceh dari jerat kemiskinan yang bersifat struktural.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Aceh pada 2008 tercatat 23,55 persen, dan pada Maret 2025 turun menjadi 12,33 persen. Angka ini memang menunjukkan perbaikan, tetapi jika dibandingkan rata-rata nasional, Aceh tetap berada di jajaran provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi.