DALAM DEKAPAN SUNYI; Investigasi Dua Pekan Aceh Terisolir dan Suara Keras Nasir Djamil

Selasa, 9 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nasir Djamil. Anggota DPR RI Asal Aceh Fraksi PKS.

Nasir Djamil. Anggota DPR RI Asal Aceh Fraksi PKS.

KACAU KOORDINASI; ANTARA LAPORAN DAN LAPANGAN.

BEBERAPA pejabat daerah, mereka mengakui adanya bottle neck koordinasi. Ada laporan jalan putus yang sudah masuk sejak hari kedua, tetapi alat berat dari instansi tertentu tidak bergerak karena menunggu surat resmi dari pemerintah kabupaten.

Di sisi lain, pemerintah kabupaten menunggu instruksi pemerintah provinsi. Sementara provinsi menunggu arahan pusat.

BACA JUGA...  “Lontar di Serambi Mekah”

Terutama itu, seluruh aktivitas pemerintahan di Aceh yang terkena banjir lumpuh total, yang terparah Aceh Tamiang, bak Tsunami Aceh 2006 lalu dahsyatnya.

Juntrungnya birokrasi tiga tingkat ini menciptakan kekosongan aksi pada jam-jam penting.

Di sinilah suara Nasir Djamil muncul. “Ini bukan soal administrasi atau siapa yang berwenang. Ini soal nyawa. Kalau jalan tidak dibuka dalam 48 jam, korban bisa meningkat bukan karena bencana, tapi kelaparan dan penyakit,” ujarnya.

Menurut penelusurannya, terdapat setidaknya empat hambatan yang memperlambat pembebasan daerah isolasi;

BACA JUGA...  DAK Fisik Aceh Tamiang, Dipeloroti Atau di ‘Amputasi’?

1. Alat berat tidak tersebar merata; Banyak terpusat di proyek pembangunan, bukan siaga bencana.

2. Ketiadaan jalur alternatif yang layak; Beberapa wilayah hanya memiliki satu akses utama.

3. Minimnya helikopter untuk evakuasi cepat; Penggunaan helikopter dari TNI/Polri butuh persetujuan formal, yang memakan waktu.

4. Prioritas yang tidak seragam antarinstansi; BNPB, PUPR, BPBA, dan pemda tidak selalu menyasar titik yang sama di hari-hari awal.

BACA JUGA...  Jika Melanggar Aturan, Bupati Harus Copot Plt Kabag Barjas

Di sini Nasir [yang dalam beberapa hari terakhir mengumpulkan data dari konstituen, kepala desa, dan relawan] melihat kebuntuan. “Ada ego sektoral yang mematikan,” katanya.

Berita Terkait

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang
Dari Lumpur dan Arus Deras, Armia Pahmi Menata Kembali Aceh Tamiang
Ayah Wa Temui BNPB, Perjuangkan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemprov Aceh Terima Catatan DPRA untuk Evaluasi APBA 2025

Kamis, 27 Agu 2026 - 02:43 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Hapus Denda PBB 100 Persen

Rabu, 26 Agu 2026 - 17:43 WIB

POLITIK

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB