“Lontar di Serambi Mekah”

“Lontar di Serambi Mekah” [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

“Bagi saya, media bukan hanya mitra, tapi bagian dari sistem moral bangsa. Tanpa media yang bebas dan beretika, pemerintahan akan kehilangan arah.”

[Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang, Penerima Lontar Award SPS 2025].

  • Ketika Silaturahmi Menjadi Bahasa Kepemimpinan

DI SEBUAH RUANGAN mewah dan megah dengan siasana hati yang hangat, di Banda Aceh, tepuk tangan bergema pelan.

BACA JUGA...  Empat Tahun jadi Lahan Terlantar, Sukaramai Satu Paceklik Gabah

Di tengah sorot cahaya yang lembut, nama Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH disebut dengan khidmat.

Tak ada orasi panjang, tak ada pesta megah. Hanya sebuah penghargaan yang diserahkan dengan hormat; Lontar Award SPS 2025, tanda terima kasih atas budi dan jasa seorang pemimpin daerah yang memahami betapa pentingnya ruang dialog antara pemerintah dan pers.

BACA JUGA...  Fadlon : Dewan Bekerja Untuk Kepentingan Rakyat Bukan Pribadi dan Kelompok

Penghargaan itu diterima Ismail, SE.I, Wakil Bupati Aceh Tamiang, yang berdiri tegak mewakili atasannya. Sementara di Aceh Tamiang, sang Bupati duduk di ruang kerjanya yang penuh map dan peta pembangunan.

Ia tidak bicara banyak. Namun, dari nada suaranya saat dihubungi oleh panitia, terdengar ketulusan, “Bagi saya, media adalah mitra perjalanan. Bukan sekadar pelapor, tapi penjaga nurani publik.”

Pernyataan itu mungkin sederhana, tetapi dalam konteks Aceh Tamiang [sebuah wilayah yang dulu pernah tegang antara kekuasaan dan kebebasan pers] kata “mitra” mengandung makna yang dalam. Di bawah kepemimpinan Armia Pahmi, jembatan itu dibangun kembali.