DALAM DEKAPAN SUNYI; Investigasi Dua Pekan Aceh Terisolir dan Suara Keras Nasir Djamil

Selasa, 9 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nasir Djamil. Anggota DPR RI Asal Aceh Fraksi PKS.

Nasir Djamil. Anggota DPR RI Asal Aceh Fraksi PKS.

INVESTIGASI; DI BALIK LAMBATNYA PENGERAHAN ALAT BERAT

NASIR mencoba mengurai penyebab lambannya pengerahan alat berat.

1. Alat BUMN yang ‘Terkunci’ di Proyek.

Di Aceh dan Sumut, beberapa alat berat milik BUMN [Waskita Karya, Hutama Karya, dan Pelindo] berada di lokasi yang sebenarnya tidak jauh dari titik bencana.

Namun proses mobilisasinya menghadapi kendala administratif; SOP perusahaan mengharuskan adanya perintah resmi tertulis atau kontrak penugasan dari BNPB/PUPR.

BACA JUGA...  SAAT JAC–STR MENEMBUS SUNYI PENGUNGSIAN SEKUMUR

Seorang pimpinan proyek konstruksi jalan nasional mengakui, “Kami tidak bisa memindahkan alat tanpa surat, karena risiko hukum dan audit.”

Inilah yang oleh Nasir disebut sebagai “jerat administratif yang tak relevan untuk penyelamatan nyawa.”

2. Data Lapangan Tidak Sinkron.

Data di lapangan menemukan kasus di mana satu desa dilaporkan sudah menerima bantuan, padahal belum. Ada pula laporan yang menyebut jalan menuju titik tertentu sudah bisa dilalui, namun relawan menemukan jalan masih terputus.

BACA JUGA...  Jembatan Harapan Pascabencana; Sinergi TNI dan Pemerintah Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Ketidakakuratan data ini membuat prioritas sering salah sasaran.

3. Minimnya Penilaian Risiko Daerah Lereng.

Di wilayah longsor berat, alat berat tidak bisa langsung masuk karena risiko susul longsor tinggi. Tim harus menunggu survei geologi, sehingga memperlambat pembukaan akses.

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB