Hasilnya, pasca pandemi, Aceh Tengah dinyatakan urutan kedua pembangunan ekonomi daerah dari 23 kabupaten di Provinsi Aceh.
Di malah merasa aneh dengan tawaran menjual mobil dinas sebagai solusi depisit, problem kebijakan yang dialami Aceh Tengah sebagai dampak yang tidak bisa dilepaskan dari kebijakan refocusing.
Memang setiap kebijakan memiliki resikonya, kesadaran akan kelemahan kebijakan di masa pandemi itu dia amati dan perhatikan dengan serius.
Itu sebabnya, bila masyarakat Aceh Tengah memberinya mandat, misinya pada periode ke-dua diarahkan pada pembenahan atau perbaikan agar kemajuan yang ada tidak sampai membahayakan lingkungan hidup disisi lain harus tetap menghargai peradaban masyarakat yang berlandaskan syariat.
Pada lapisan yang lain, dia menawarkan peningkatan pembangunan di semua sektor harus lebih berkualitas.
Dalam soal ini, langkah kebijakan yang dia ambil mengikuti garis lurus pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sembari melindungi kearifan lokal Gayo yang tertancap kuat di jiwanya.
Pasangan Shabela Abubakar dan Eka Saputra dengan demikian memanggil kita untuk terus bergerak membangun sebagaimana pesan panggilan “Bangunlah Jiwanya dan Bangunlah Badannya Agar Kita Merasa Merdeka”.











