Polo Sange dan Shabela Abubakar

Kamis, 3 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sebaliknya menyarankan agar rombongan ini bangkit lagi, tak menyerah karena harus menjaga marwah. Dia malah mengatakan lebih menghormati lawan, ketimbang memukulinya sewaktu terpuruk.

Dampak lainnya adalah soal tak lagi mudah menguasai memori masyarakat dengan mencekokinya narasi politik bodoh, semisal memindahkan konflik timur tengah ke dataran tinggi, naga-naga raksasa bersenjata dan dikabarkan sering membagi obat “daun merah” merasa bagaikan tersapu angin panas.

BACA JUGA...  Mendagri Bermain Api dengan Perdamaian Aceh

Jadilah seperti menghadapi semacam dilemma, antara harus melepas pakaian kebesaran atau mencari ramuan yang bisa mengatasi serangan hawa panas.

Sebagaimana ungkapan lama tidaklah meludah ke langit maka percikannya lepas dari muka. Pasangan Shabela Abubakar dan Eka Saputra, tidak mengerahkan bergunung-gunung kekuatan, hanya 5 kursi parlemen sesuai pemenuhan syarat mendaptar.

KEBIJAKAN LAMA DAN BARU

BACA JUGA...  Kota Panton Labu Dikepung Banjir, Siapa Salah?

Shabela mungkin kasar bagi kompetitornya, tetapi dia tahu bagaimana harus menyelamatkan hak hidup masyarakatnya, seperti tidak memberhentikan para honorer karena ancaman refocusing di masa pandemi.

Dia menerabas, memudahkan perizinan bagi perkembangan sektor pariwisata,

dampaknya sejumlah usaha di bidang ini mulai dari pendirian hotel berbintang sampai usaha kulineran yang digerakkan kalangan muda tumbuh subur mengusir kekhawatiran dan kegelisahan hidup yang menerpa.

BACA JUGA...  Aceh Selatan dan Blunder Anggaran, Baru Menjabat, Sudah  Gaduh

Berita Terkait

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik
JKA: Ibarat Buah Simalakama
Refleksi Kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Tantangan dan Harapan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:08 WIB

Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis

Berita Terbaru

FEATURE

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43 WIB

Di tempat yang sama rumah reyot milik Barlian berdiri disulap TNI  jadi permanen.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

RAGAM BERITA

Rumah Reyot Barlian Kini Berdiri Kokoh, Buah Bhakti TMMD ke-129

Senin, 10 Agu 2026 - 17:04 WIB