OPINI  

Kota Panton Labu Dikepung Banjir, Siapa Salah?

Kondisi Kota Panton Labu saat usia Hujan deras.

Oleh: Sayed Fauzi, S.Sos

Ayo, sejenak kita merenung. Apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan tempat tinggal kita tercinta, Kota Panton Labu? Hanya dalam waktu satu jam saja, hujan deras mengguyur kawasan ini dan seketika pusat kota tergenang banjir. Jalan utama lumpuh, aktivitas warga terganggu, dan roda perekonomian tersendat. Pertanyaannya: siapa yang harus disalahkan?

BACA JUGA...  Perkembangan Pesat Perbankan Syariah di Indonesia: Kualitas Pelayanan Jadi Kunci Utama

Kita begitu cepat menunjuk pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Memang, dalam kapasitasnya, pemerintah memiliki peran penting dalam merancang tata kota yang ramah lingkungan, memperbaiki sistem drainase, dan menanggulangi banjir secara struktural. Namun, mari kita bertanya dengan hati nurani, apakah semua ini hanya kesalahan pemerintah semata?

Banjir yang terjadi bukan hanya akibat hujan semata, tetapi juga cerminan dari pola hidup kita sehari-hari. Lihatlah saluran-saluran air yang tersumbat oleh sampah rumah tangga. Banyak warga masih membuang limbah ke sungai dan parit tanpa memikirkan dampaknya. Ruang terbuka hijau semakin menyempit, digantikan bangunan tanpa perencanaan. Semua itu tentu berdampak besar pada sistem resapan air yang seharusnya menjadi benteng alami dari banjir.

BACA JUGA...  Diskriminasi Proses Penegakan Hukum Terhadap Oknum Berdasi Dinsos Bireuen

Kita juga harus bertanya: sudahkah kita turut menjaga lingkungan? Ataukah kita hanya menuntut tanpa mau berubah? Pemerintah bisa membangun infrastruktur, tapi jika warganya tetap tak peduli, maka persoalan ini akan terus terulang.