Polo Sange dan Shabela Abubakar

Kamis, 3 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SHABELA ABUBAKAR

Pilkada kali ini yang kedua baginya, jadi dia dikenal sebagai incumbent. Dia memang tidak berkeinginan menguasai “mimbar” agama, manalagi dianggap terlalu moderat, tetapi program penulisan Al-Qur’an dalam Bahasa Gayo malah selesai di masa kepemimpinannya.

Hebatnya, terobosan ini bahkan mencapai tujuan yang lainnya, yaitu melindungi Bahasa Gayo dari ancaman kepunahan karena terpaan globalisasi ataupun karena pemaksaan integrasi yang berlebihan.

BACA JUGA...  Aceh Jangan Berunding, Maling Akan Tetap  Balas dengan  "Air Kencing"

Pandangannya terhadap kekuasaan dan cara merebutnya tidak berubah, dia membelah pengertian penguasa dan ulama.

Hal ini yang membuat dia tidak memilih jalan menguasai mimbar agama dan corong masjid, ataupun memakai jas dan sarung apalagi harus memelihara janggut hanya karena bulunya yang lebat untuk merebut dan memaksakan simpati pemilih.

Suatu ketika, beberapa pihak dengan tajam mempertanyakan kasus hukum yang bisa menjeratnya. Dia hanya menjawab, tidaklah mungkin tangannya tidak kotor, dia bukan orang suci.

BACA JUGA...  Sentimen Menggantikan Argumen, Apa yang Tersisa dari Pilkada  Demokratis?

Tetapi siapapun yang mempertanyakannya, dia mempersilahkan untuk mem-”profilling” atau menggambar raut mukanya sejelas mungkin, apakah dia seber masalah itu selama berkuasa.

Mengenai apakah dia sosok yang rakus lagi tamak, orang-orang melihat dia hanya dianggap Bupati termiskin dari 4 (empat) mantan bupati yang sedang berebut pengaruh di dataran tinggi.

Berita Terkait

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional
Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital
Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan
Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik
JKA: Ibarat Buah Simalakama
Refleksi Kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Tantangan dan Harapan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:02 WIB

Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05 WIB

Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:14 WIB

Masa Depan Tata Kelola Media Massa dan Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:08 WIB

Menggugat Arus Modernisasi: Menjaga Muruah Adat Aceh yang Mulai Terkikis

Berita Terbaru

FEATURE

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43 WIB

Di tempat yang sama rumah reyot milik Barlian berdiri disulap TNI  jadi permanen.(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

RAGAM BERITA

Rumah Reyot Barlian Kini Berdiri Kokoh, Buah Bhakti TMMD ke-129

Senin, 10 Agu 2026 - 17:04 WIB