Aceh Jangan Berunding, Maling Akan Tetap  Balas dengan  “Air Kencing”

Kamis, 12 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Teuku Sukandi

ACEH memberi sejarah dan bukan tanah yang bisa diremehkan. Buktinya,  dari masa penjajahan Belanda hingga kemerdekaan Indonesia, Aceh selalu berada di garda terdepan, bukan hanya dalam perlawanan bersenjata mengusir penjajah, tetapi juga dalam komitmennya mempertahankan berdiri tegaknya Republik Indonesia di awal kemerdekaan. Itu bukti, tetapi dikhianati oleh republik ini.

BACA JUGA...  Kritik Buat Bobby, Razia Plat BL Bisa Lukai Sejarah

Tidak kurang, empat orang Jenderal Belanda mati dalam perang Aceh. Membuktikan, di  Tanah Aceh ada perlawanan yang gigih dari  rakyatnya.

Pada  saat perlawanan terhadap Belanda yang masuk ke Aceh pada tahun 1873,  hampir semua wilayah di Nusantara telah ditaklukkan Belanda. Tetapi Aceh tidak. Bahkan  tetap dan terus melakukan perlawanan tidak pernah mau menyerah di tangan penjajah

BACA JUGA...  Putusan MK dan Masa Depan Perlindungan Pers

Di awal kemerdekaan Indonesia, Teuku Nyak Arief bersumpah atas nama Allah bahwa Aceh akan setia membela kemerdekaan hingga titik darah terakhir.

Komitmennya itu,  tidak berhenti pada kata-kata. Aceh pun, menyumbangkan pesawat RI 01 Seulawah untuk memperluas jangkauan pemberitahuan tentang Indonesia Merdeka hingga ke mancanegara. Pesawat itu juga menjadi alat diplomasi RI di luar negeri.

BACA JUGA...  Sebaiknya Jokowi Segera Terbitkan Perpres Penundaan Pemilu 2024, Daripada Menerbitkan Perpres Publisher Rights

Untuk Monas, Aceh menyumbang emas agar Indonesia dipandang dunia.

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

NANGGROE

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Minggu, 18 Okt 2026 - 20:44 WIB

RAGAM BERITA

DPW Pendawa Sumut Gelar Silaturahmi

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:38 WIB

PENDIDIKAN

PA Sukses Gelar Pendidikan Politik untuk Anggota

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:30 WIB