Aceh Jangan Berunding, Maling Akan Tetap  Balas dengan  “Air Kencing”

Kamis, 12 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh menjadi tulang punggung moral dan material bagi pembangunan RI   dari puing-puing penjajahan. Namun apa balasan negara terhadap Aceh, sebaliknya, terlalu sering Aceh dikhianati.

Terbaru, pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri Tito Carnavian,  justru ‘menghadiahkan’ empat pulau milik Aceh kepada Sumatra Utara.

Ironisnya, pemberian “hadiah” empat pulau yang kaya SDA itu pada saat Gubernur Sumut dijabat  Bobby Nasution yang menantu Presiden Jokowi. Apakah ini kebetulan? Atau bagian dari skema politik balas budi antara elite Jakarta?

BACA JUGA...  Kesulitan Bawa Hasil Panen, Petani Bireuen Minta Dibangun Jembatan

Sehingga Aceh merasa dipermalukan. Tidak hanya soal batas wilayah, tapi soal harga diri. Ini bukan lagi soal administrasi. Ini soal bagaimana pusat memperlakukan daerah yang selama ini memberi tanpa pamrih.

Dan karena itulah, saya katakan,  jangan pernah mau berunding dengan maling. Karena air susu akan tetap dibalas dengan air kencing.

BACA JUGA...  SPS Gelar Halal Bi Halal, Muktarrudin Gaungkan Target Go Internasional

Saran saya, Aceh tidak perlu membawa kasus ini ke PTUN, karena kita tahu permainan hukum di negeri ini terlalu mudah dikendalikan oleh kekuasaan.

Solusinya? Kuasai kembali empat pulau itu dengan aksi nyata. Mulai dengan program transmigrasi lokal. Kirim warga Aceh ke sana, bangun ekonomi, tanami wilayah itu dengan kehidupan, bukan hanya birokrasi. Tunjukkan bahwa tanah itu adalah bagian dari darah dan sejarah kita.

BACA JUGA...  Dek Fadh Bahas Masalah Haji Dalam Pertemuan Dengan Kementerian Agama dan BP Haji

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

NANGGROE

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Minggu, 18 Okt 2026 - 20:44 WIB

RAGAM BERITA

DPW Pendawa Sumut Gelar Silaturahmi

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:38 WIB

PENDIDIKAN

PA Sukses Gelar Pendidikan Politik untuk Anggota

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:30 WIB