Menanti Kiamat Ekologi: Mengapa Banjir Bandang Aceh Tamiang akan Jauh Lebih Dahsyat di Masa Depan?

Selasa, 6 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sayed Mahdi Alaydrus

Sayed Mahdi Alaydrus

Banjir bandang bukan sekadar siklus alam; ini adalah bentuk “ketidakadilan ekologis”. Masyarakat kecil di pinggiran sungai dan lereng bukit seringkali menjadi korban pertama dari kebijakan penggunaan lahan yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Ketakutan menyelimuti warga setiap kali mendung tebal bergantung di langit Aceh Tamiang dan kini rasa aman telah menjadi barang mewah.

Oleh : Sayed Mahdi, SP, M.Si, M.MA

BACA JUGA...  Tamiang Pandai Aplikasi Sistemik

KABUPATEN Aceh Tamiang kembali bersimbah air dan air mata. Akhir November 2025 lalu, Bumi Muda Sedia seolah dipaksa mengulang memori kelam banjir bandang tahun 2006 silam. Namun kali ini, keganasannya terasa lebih menghancurkan. Di balik angka-angka statistik pengungsi, terdapat jerit kehilangan yang tak ternilai: rumah yang dibangun puluhan tahun hilang dalam hitungan menit, ternak yang menjadi tabungan hari tua hanyut, dan desa-desa yang dulu rimbun kini rata dengan tanah, menyisakan lumpur pekat dan trauma yang mendalam.

BACA JUGA...  Birokrasi di Tengah Bencana

Sebagai orang yang pernah mengabdi di garda depan perlindungan hutan dan lingkungan hidup di kabupaten ini, saya harus menyatakan sebuah kebenaran pahit: apa yang kita saksikan hari ini barulah permulaan. Jika pola pengelolaan ruang dan komoditas kita tidak berubah total, maka banjir bandang di masa depan akan jauh lebih dahsyat, lebih mematikan, dan tidak akan ada lagi “zona aman” bagi warga Aceh Tamiang.

BACA JUGA...  Republik Seudati: Ketika Politik Menjadi Panggung "Tunang" Tanpa Akhir

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

EKBIS

Harmoni Inklusif PEP Rantau Menembus Panggung Asia

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:27 WIB