Menanti Kiamat Ekologi: Mengapa Banjir Bandang Aceh Tamiang akan Jauh Lebih Dahsyat di Masa Depan?

Selasa, 6 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sayed Mahdi Alaydrus

Sayed Mahdi Alaydrus

SISI KEMANUSIAAN YANG TERLUPAKAN

DI BALIK analisis teknis ini, ada wajah-wajah lesu di pengungsian. Saya melihat para ibu yang kebingungan mencari air bersih dan para ayah yang menatap kosong ke arah rumah mereka yang kini hanya menyisakan fondasi. Kerugian ekonomi mungkin bisa dihitung, namun kerusakan psikologis masyarakat Aceh Tamiang yang setiap tahun harus “akrab” dengan bencana adalah tragedi kemanusiaan yang luar biasa.

BACA JUGA...  Celoteh KD: Rakyat Susah, Gaji DPR Tetap Melimpah

Banjir bandang bukan sekadar siklus alam; ini adalah bentuk “ketidakadilan ekologis“. Masyarakat kecil di pinggiran sungai dan lereng bukit seringkali menjadi korban pertama dari kebijakan penggunaan lahan yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Ketakutan menyelimuti warga setiap kali mendung tebal bergantung di langit Aceh Tamiang dan kini rasa aman telah menjadi barang mewah.

BACA JUGA...  Campaign Ala Azhar Abdurrahman

JALAN TERJAL PENYELAMATAN

LALU, apa yang harus dilakukan? Kita membutuhkan tindakan radikal yang melampaui sekadar bantuan mi instan dan tenda darurat. Kita butuh keberanian politik untuk melakukan langkah-langkah yang mungkin terdengar “mustahil” namun wajib untuk dilakukan.

Pertama, Moratorium dan Evaluasi Total Perkebunan: Pemerintah harus berani menghentikan izin pembukaan lahan sawit baru. Dan terhadap lahan kelapa sawit yang berada di kemiringan di atas 40% harus segera dikembalikan fungsinya menjadi hutan lindung melalui program reforestasi yang ketat. Mungkinkah ini sanggup kita melakukannya?

BACA JUGA...  B2SA Goes To School Wujud Generasi Sehat, Cerdas dan Produktif

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Musriadi Aswad: Pentingnya Sekolah Bebas Bullying 

Senin, 12 Okt 2026 - 18:49 WIB

POLITIK

Mohd Amin Kembali Pimpin Golkar Bener Meriah

Senin, 12 Okt 2026 - 18:18 WIB