Menanti Kiamat Ekologi: Mengapa Banjir Bandang Aceh Tamiang akan Jauh Lebih Dahsyat di Masa Depan?

Selasa, 6 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sayed Mahdi Alaydrus

Sayed Mahdi Alaydrus

Kedua, Rehabilitasi Hulu Lintas Batas: Kerusakan di bagian hulu tidak mengenal batas administrasi. Diperlukan kolaborasi sinkron antara kabupaten tetangga di bawah koordinasi Provinsi untuk memastikan tidak ada lagi sejengkal pun hutan di hulu yang diganggu. Rehabilitasi harus menggunakan tanaman hutan asli yang memiliki daya ikat tanah tinggi, bukan tanaman produksi singkat. Mungkinkah ini sanggup kita melakukannya?

BACA JUGA...  PEMULIHAN YANG MENUNGGU KEPUTUSAN

Ketiga, Penertiban dan Penghentian Galian C: Aktivitas pengambilan tanah uruk harus ditertibkan dan diawasi secara ketat. Reklamasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban hukum yang harus dipenuhi sebelum izinnya berakhir. Jangan biarkan bukit-bukit kita menjadi botak dan menjadi sumber bencana longsor. Bagi yang melanggar ketentuan perundang-undangan agar segera dicabut ijinnya. Mungkinkah ini sanggup kita melakukannya?

BACA JUGA...  Aceh Perang Jabatan ?

Keempat, Normalisasi dan Restorasi Sungai Tamiang: Kita butuh pengerukan besar-besaran untuk mengembalikan kedalaman sungai. Selain itu, penanaman kembali vegetasi riparian (kiri dan kanan pinggir sungai) dengan jenis pohon seperti bambu atau tanaman penguat tebing lainnya harus dilakukan secara masif untuk mencegah longsoran tebing sungai yang kian parah. Mungkinkah ini sanggup kita melakukannya?

BACA JUGA...  Tabaruk di Makam Abon Kota Fajar, Disini Ilmu dan Adab Tak Pernah Mati

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Polda Kaltim Ajak Insan Pers Sebarluaskan Informasi Kepolisian

Minggu, 8 Nov 2026 - 19:23 WIB

EKBIS

Harmoni Inklusif PEP Rantau Menembus Panggung Asia

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:27 WIB