Menanti Kiamat Ekologi: Mengapa Banjir Bandang Aceh Tamiang akan Jauh Lebih Dahsyat di Masa Depan?

Selasa, 6 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sayed Mahdi Alaydrus

Sayed Mahdi Alaydrus

Kelima, Pembangunan Tanggul Pelindung: Pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi membangun tanggul pengaman banjir yang terintegrasi di sepanjang titik-titik rawan pemukiman, dari hulu hingga hilir, sebagai benteng fisik terakhir bagi warga. Pembangunan tanggul ini memang membutuhkan biaya tidak sedikit dan harus dilakukan secara berkesinambungan dalam jangka waktu yang lama hingga semua titik rawan banjir terbangun tanggul yang kokoh. Mungkinkah ini sanggup kita melakukannya?

BACA JUGA...  SAYA BERSUMPAH PASTI ADA DI SINI!

KESIMPULAN

KITA sedang berlomba dengan waktu. Sifat air tidak pernah berubah; ia akan selalu mencari dan mengalir ke tempat rendah. Namun, ketika bukit-bukit kita keruk dan dataran rendah kita timbun, kita sebenarnya sedang menantang hukum alam. Banjir bandang 2025 ini adalah peringatan terakhir. Jika kita tetap memelihara keserakahan dalam mengelola alam, maka jangan salahkan air jika kelak ia datang dengan kekuatan yang lebih besar untuk mengambil kembali ruangnya.

BACA JUGA...  Aceh Tamiang Raih Predikat Informatif, Bukti Komitmen Keterbukaan Informasi Kian Menguat

Aceh Tamiang adalah rumah kita. Jangan sampai anak cucu kita nantinya hanya mewarisi tanah yang penuh lumpur dan trauma, karena leluhurnya gagal menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama para pemangku kebijakan, sebelum terlambat.[]

[Penulis adalah ASN Mantan Komandan Polisi Kehutanan (Polhut) Aceh Tamiang tahun 2003-2004, dan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2019-2021].

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Musriadi Aswad: Pentingnya Sekolah Bebas Bullying 

Senin, 12 Okt 2026 - 18:49 WIB

POLITIK

Mohd Amin Kembali Pimpin Golkar Bener Meriah

Senin, 12 Okt 2026 - 18:18 WIB