Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang  berdiri dan depan "lapak", berharap Pemkab peduli terhadap keberadaan Pasar Inpres Tapaktuan, Selasa, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Pedagang berdiri dan depan "lapak", berharap Pemkab peduli terhadap keberadaan Pasar Inpres Tapaktuan, Selasa, (22/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

TAPAKTUAN  | MA — Harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan dalam beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan cukup tinggi. Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan harga adalah cabai merah yang kini mencapai Rp70.000 per kilogram di Pasar Inpres Tapaktuan.

Berdasarkan pantauan pada Selasa (22/9/2026), harga cabai merah tersebut jauh meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

BACA JUGA...  TNI Hadir Untuk Warga Kurang Mampu

Salah seorang pedagang, Zainur, mengatakan kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh harga beli dari pedagang pemasok yang didatangkan dari Tanah Karo, Sumatera Utara.

Menurutnya, harga jual kepada konsumen disesuaikan dengan harga pembelian dari pemasok. Selain itu, pedagang juga harus memperhitungkan keuntungan, biaya penyusutan serta berbagai biaya lainnya.

“Memang mahal, Pak. Terjadi kenaikan yang cukup tinggi, termasuk beberapa jenis sayur lainnya dan asam jeruk nipis,” katanya.

BACA JUGA...  Mahasiswa Unimal Diharapkan Mampu Bangkitkan Ekonomi Negara

Zainur mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah kenaikan harga tersebut disebabkan oleh keterbatasan pasokan. Namun, kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Inpres Tapaktuan.

Di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan dapur, daya beli masyarakat juga dirasakan mengalami penurunan. Kondisi itu membuat aktivitas jual beli di pasar semakin sepi.

BACA JUGA...  Istarni: Pelatih dan Dewan Hakim Berperan Penting Menjaga Kredibilitas MTQ

Berita Terkait

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan
PABPDSI Perkuat Peran Desa
Irigasi Terbengkalai, Petani Kluet Utara Menjerit, FPKR Angkat Bicara
Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA
Persiapan HSN 2026, Ayah Wa Gandeng Ulama 
Bupati Asel HMW Lantik Sembilan Plt Jadi Definitif, Dua Lainnya “Impor”

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Musriadi: Kurikulum Bahasa Aceh Harus Diterapkan di Semua Jenjang Sekolah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:04 WIB

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Bendera Bintang Bulan hingga Banjir Aceh Disorot dalam Ngopi Sore DPRA

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB