Pertanian dan Perkebunan di Barat Selatan Aceh : Potensi Terabaikan atau Ladang Emas yang Terlupakan

Kamis, 8 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mayjen TNI (Purn) T.A. Hafil Fuddin (mantan Pangdam IM).

Mayjen TNI (Purn) T.A. Hafil Fuddin (mantan Pangdam IM).

Masalah-masalah di atas saling berkaitan, memerangkap sektor pertanian-perkebunan Barsela dalam lingkaran stagnasi.

Padahal, pemerintah Aceh dan pusat sudah pernah menggelontorkan berbagai program–dari pembangunan jalan hingga bantuan modal usaha– tetapi hasilnya dinilai belum cukup.

Diperlukan gebrakan yang lebih terpadu untuk memutus kebuntuan ini. Di sinilah kebijakan dan perhatian dari pucuk pimpinan nasional dan daerah sangat dinanti.

BACA JUGA...  SAPA: Wacana Kekecewaan Rakyat Aceh Muncul Karena MoU Belum Tuntas

Strategi dan Solusi melalui Kebijakan Presiden Prabowo dan Gubernur Aceh Mualem

Angin perubahan mulai berembus, saat Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen kuat pada kemandirian pangan dan nasib petani. Ini, menjadi  sebuah kabar baik bagi Barsela yang agraris.

Dalam beberapa bulan awal pemerintahannya, Presiden Prabowo meluncurkan kebijakan pro-petani yang inklusif, contohnya, pemerintah pusat kini menetapkan harga pembelian gabah (HPP) sebesar Rp6.500 per kg, sehingga petani padi mendapat kepastian harga layak.

BACA JUGA...  MENYUSURI PUING, MENGGENGGAM HARAPAN

Selain itu, distribusi pupuk subsidi dibuat lebih tepat sasaran langsung ke tangan petani, dan alat mesin pertanian (traktor, combine harvester, dsb) dibagikan untuk meningkatkan produktivitas.

Langkah-langkah konkret ini disambut positif di daerah.  Sejumlah gubernur,  termasuk Gubernur Aceh Muzakir Manaf, mengapresiasi kebijakan baru yang menguntungkan petani tersebut. Kebijakan nasional yang berpihak pada petani inilah yang diyakini Prabowo sebagai kunci menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia, asalkan dijalankan secara inklusif hingga level akar rumput.

BACA JUGA...  Mengapa Self Development Penting bagi GEN Z dan Millenial?

Berita Terkait

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri
Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap
Lilawangsa Run 2026: Berlari Merawat Asa, Memulihkan Luka Pascabencana
Jembatan untuk Pulang, Jalan untuk Bangkit
Ketika Jalan Kembali Terang

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 13:44 WIB

Tiga Hari Yang Menguji Diri

Kamis, 3 September 2026 - 10:34 WIB

Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Air yang Datang, Sawah yang Kembali Berharap

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

35 Peserta Muda Berebut Tiket Bintang Radio Nasional

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:59 WIB

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB