Pertanian dan Perkebunan di Barat Selatan Aceh : Potensi Terabaikan atau Ladang Emas yang Terlupakan

Mayjen TNI (Purn) T.A. Hafil Fuddin (mantan Pangdam IM).

Ini merupakan indikasi positif bahwa jalan lintas antar-kabupaten di Barsela akan dipercepat penyelesaiannya, jembatan dan pelabuhan vital akan didukung pendanaannya, serta inisiatif lokal seperti KEK Teluk Surin mendapat dukungan regulasi.

Faktanya, forum delapan bupati Barsela telah menyepakati pembentukan koridor ekonomi Barsela dan mendorong Kawasan Ekonomi Khusus berbasis potensi unggulan tiap daerah (seperti KEK Teluk Surin di Abdya untuk agroindustri) kolaborasi pusat-daerah semacam ini menjadi strategi kunci untuk membuka keterisolasian Barsela.

BACA JUGA...  Dari Barak ke Panggung Dunia, Letda Andri Yanto dan Otot Merah Putih

Tak kalah penting, penguatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat masuk dalam agenda solusi. Mualem menekankan pendekatan holistik: infrastruktur dibangun, sektor unggulan (pala, nilam, sawit, padi) diperkuat, sekaligus masyarakat petani diberdayakan.

Program pelatihan, pendampingan penyuluh, hingga pembentukan BUMG (Badan Usaha Milik Gampong) atau koperasi tani digalakkan agar petani kecil bisa bersatu dan naik skala usaha.

BACA JUGA...  Bantuan Menyentuh Srikandi Tamiang Untuk Korban Kebakaran

Dengan dukungan kebijakan Presiden di level makro dan eksekusi Gubernur di level mikro, diharapkan kebangkitan pertanian dan perkebunan Barsela bukan lagi wacana utopis belaka, melainkan agenda nyata yang mulai terealisasi di lapangan.