3. Pengusaha dan Investor
Peran kalangan usaha tak kalah penting sebagai penggerak roda ekonomi. Pengusaha lokal Barsela maupun investor luar perlu menangkap peluang yang terbuka.
Kebijakan pemerintah yang memberi insentif harus direspons dengan investasi nyata di sektor hilir. Misalnya, perusahaan dapat membangun pabrik pengolahan minyak nilam di Aceh Jaya agar komoditas nilam tidak lagi dijual mentah, atau mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi minyak goreng di Nagan Raya sehingga nilai tambah tinggal di daerah.
Para pengusaha besar perkebunan sawit yang sudah beroperasi di Barsela hendaknya bermitra dengan petani kecil lewat pola plasma, membantu peningkatan kualitas, dan menyalurkan CSR untuk perbaikan jalan desa atau fasilitas pertanian.
Iklim investasi Aceh yang kondusif di era Prabowo-Mualem–ditandai dengan penyederhanaan birokrasi dan jaminan keamanan–perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Bahkan investor asing pun mulai dilirik, contohnya Dubes Uni Emirat Arab sudah diajak berdiskusi tentang peluang investasi Aceh. Dengan kolaborasi pemerintah yang memfasilitasi, masyarakat yang berdaya, dan pengusaha yang berinvestasi, sebuah kolaborasi tiga pilar terbentuk untuk memajukan Barsela. Kolaborasi semacam ini memang mutlak diperlukan demi percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Barsela.




