Pertanian dan Perkebunan di Barat Selatan Aceh : Potensi Terabaikan atau Ladang Emas yang Terlupakan

Mayjen TNI (Purn) T.A. Hafil Fuddin (mantan Pangdam IM).

Peran Pemerintah, Masyarakat, dan Pengusaha dalam Menindaklanjuti Kebijakan

Kebijakan hebat saja, tidak akan berdampak tanpa sinergi tiga pilar: pemerintah, masyarakat, dan kalangan pengusaha.

Semua pihak punya peran krusial untuk memastikan strategi di atas benar-benar membumi di Barsela. Berikut, di bawah ini strategi dimaksud:

1. Pemerintah (Pusat & Daerah). Pemerintah wajib menjadi enabler sekaligus pengawas. Artinya, setelah mengeluarkan kebijakan, perlu pendampingan dan kontrol pelaksanaan hingga ke desa.

BACA JUGA...  ​Pengukuhan Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman: Harapan Baru untuk Moral dan Potensi Aceh

Pemprov Aceh harus cekatan menyusun program turunan—misal, membangun saluran irigasi baru di Aceh Selatan dengan dana otonomi khusus terakhir, mempermudah perizinan investasi pabrik pengolahan di Abdya, atau mempercepat operasional Pelabuhan Surin.

Pemkab/Pemko Barsela perlu aktif mengidentifikasi kebutuhan spesifik petani di wilayahnya dan melapor berjenjang (seperti yang dilakukan Mualem dalam panen raya virtual dengan Presiden).

BACA JUGA...  Catatan dari Ujung Barat Indonesia: Sabang – Aceh Penuh Pesona, Rakernas SPS dan HUT ke-79 yang Membekas

Pemerintah juga harus bertanggung jawab menjaga stabilitas keamanan dan regulasi kondusif agar investor tidak ragu masuk Barsela.

Intinya, pemerintah harus hadir dari hulu ke hilir: menyediakan infrastruktur dan sarana produksi, memberi penyuluhan ilmu pertanian modern, hingga menjamin pasar bagi produk lokal (misal melalui BUMN Pangan atau Bulog menyerap beras petani Barsela).